Berita Metro

Jumat, 07 Juni 2013  01:33

Lumajang Siaga I

Lumajang Siaga I

SURABAYA (BM) – Sehari pascademo besar-besaran pendukung Ali Mudhori- Samsul Huda (ASA), KPU Jatim tetap melakukan proses penghitungan akhir manual dalam Rapat Pleno Perhitungan Hasil Suara tingkat Kabupaten Lumajang, Kamis (6/6) pagi.

Hasilnya seperti yang dikhawatirkan pendukung ASA, pasangan incumbent Sjahrazad Masdar-As'at Malik (SA’AT) yang diusung koalisi 3 partai besar (Demokrat, PAN, Golkar) jadi pemenang dengan meraih dukungan 199.342 suara. "Hasil rekapitulasi, incumbent unggul," kata Ketua KPU Jatim, Andre Dewanto, Kamis malam.

KPU Jatim tetap melakukan rekapitulasi meski ada aksi keberatan dan walk out sesuai regulasi. Terkait akan munculnya keberatan, KPU Jatim mempersilakan untuk menempuh jalur hukum dengan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Ya silakan gugat ke MK bila memiliki bukti dan dasar gugatan yang kuat," terangnya.

Bagi tim dan saksi cabup/cawabup yang keberatan dengan hasil rekapitulasi suara KPU, tambah Andre, pihaknya menyiapkan form keberatan hasil pilkada. "Jadi silakan diisi, satu kata memiliki makna hukum," ungkapnya.

Sekadar diketahui, hasil penghitungan KPU Jatim ini berbeda jauh dengan hasil quick count yang digelar Proximity beberapa waktu lalu. Proximity mencatat bawha Ali Mudhori - Samsul Hadi (ASA) yang mendapat nomor urut 3, memimpin dengan perolehan 36,25 persen. Disusul SA’AT dengan perolehan 33,26 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Agus Wicaksono - M Adnan Syarif (Arif) dengan perolehan 24,82 persen. Di posisi terakhir, ditempati oleh nomor urut 4, Indah Pakarti - Abdul Kafi (Indah-Kafi) dengan perolehan 5,67 persen.

Terkait desakan massa pendukung pasangan ASA ini, Andre Dewanto ketika dikonfirmasi Berita Metro mengungkapkan bahwa aksi demo yang sehari sebelumnya, tidak akan berdampak terhadap proses penghitungan akhir. “Dalam rapat pleno, yang dihitung itu kan perhitungan yang telah dilaksanakan di tingkat kecamatan sebelumnya. Saya pastikan, tidak ada pengaruh dari demo itu, baik secara formil, materiil, maupun psikologis, terhadap hasil perhitungan suara,” kata Andry.

Apalagi dalam perhitungan di tingkat kecamatan sebelumnya oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) juga telah diverifikasi dan disaksikan oleh elemen-elemen yang berkompeten dan wajib mengikutinya. Diantaranya, saksi dan Panwascam dan juga mediasi Panwaslu Kabupaten Lumajang.

“Jadi, rekapitulasi yang telah dihitung di tingkat kecamatan dengan disaksikan para saksi pasangan calon dan Panwaslu, tentunya tidak akan mungkin berubah. Hasilnya, ya jelas apa yang telah disampaikan dalam rekapitulasi di tingkat kecamatan kemarin secara gradual dan kemudian dihitung secara total se-Kabupaten Lumajang,” jelasnya.

Kendati dalam penghitungan suara di tingkat kecamatan oleh PPK sebelumnya terdapat penolakan dari saksi pasangan ASA untuk menandatangani berita acara rekapitulasi, dijelaskan lebih lanjut oleh Ketua KPU Jatim ini, hal itu tentunya sudah mengikuti prosedur dan harus diterapkan sesuai aturan yang berlaku.

“Terkait tuntutan pilkada ulang, semuanya bisa saja dilakukan. Namun, harus diputuskan di Mahkamah Konstitusi (MK, red). Sebab, aspirasi pilkada ulang, penghitungan ulang, dan sebagainya, bisa dilaksanakan dan dikabulkan hanya dengan putusan MK. Tanpa putusan MK, KPU tentu tidak bisa mengabulkanya. Tapi, kami menghormati dan menghargai semua aspirasi yang masuk, asalkan disampaikan dengan damai,” jelasnya.

Yang jelas, masih kata Ketua KPU Jatim, aspirasi yang disampaikan dalam aksi demo itu diyakininya sudah disampaikan saksi pasangan ASA dalam penghitungan di tingkat kabupaten di KPU Lumajang. “Tentunya, dalam penghitungan suara final di Kabupaten Lumajang, kita jawab semuanya. Akan tetapi, untuk tuntutan yang bersifat pidana ke Panwaslu. “Di sana akan dikaji apakah memang benar pidana atau administratif. Pidana ke Gakumdu Polres Lumajang dan jika diputuskan melanggar administratif maka direkomendasikan ke KPU. Kalau perselisihan hasil penghitungan suara, ya jelas gugatannya MK. Misalnya, ada money politic, penyelenggara yang nakal, netralitas PNS, dan lainnya,” urai Andre.

Selain itu, dalam penghitungan, dijelaskan oleh Ketua KPU Jatim, ketika muncul persoalan yang menyangkut hasil rekapitulasi penghitungan tingkat kecamatan antara saksi dan PPK serta KPU yang dilaporkan kepada KPU Jatim ternyata tidak sama, hal itu akan diterima dan diselesaikan dalam penghitungannya.

Rabu (5/6), ribuan pendukung ASA turun ke jalan mempersoalkan dugaan ketidakberesan penghitungan suara dan proses pemungutan suara versi tim pemenangannya. Mereka ngotot desak KPU lakukan pemungutan suara ulang. Namun, itu tidak digubris KPU dengan tetap menggelar rapat pleno yang dihadiri seluruh Komisioner KPU Jatim, KPUD Lumajang, maupun Panitia Pemilihan Kecamatan dan saksi dari empat kandidat.

Dalam perkembangannya, saksi dari tiga pasangan menolak digelar rapat pleno. Saksi Paslon ARIF, Muhammad Syukur mengatakan, sepakat dengan dua saksi lainnya karena banyak kejanggalan yang mencuat.Kami tidak menerima hasil rapat pleno kali ini, karena banyak gejanggalan yang terjadi. Kami akan mengumpulkan bukti- bukti dan akan kami rekap semuanya. Selanjutnya akan kami gugat ke MK."

Aksi lebih frontal dilakukan saksi dari ASA, Hj Siti Masyitah, yang tak lain istri Ali Mudhori. Anggota DPR RI itu walk out dari rapat pleno, apalagi timnya belum menerima formulir C1. “Saya menyampaikan keberatan harus dipenuhi. Ada beberapa pelanggaran dilakukan oleh penyelenggara pemilu mulai dari C1, sampai D1, 5A, belum saya dapat," keluhnya.

Banyaknya reaksi penolakan itu menyiratkan bahwa ada yang tidak berjalan dalam proses demokrasi di Kota Pisang ini. Dan itu dibenarkan Andre Dewanto dengan mengakui bahwa pelaksanaan pemilu itu ada ketidaksempurnaannya. (ron/pat/mza/epe)

Judul sambungan======KPU Persilakan Diteruskan ke MK

Grafis=======

Hasil Rekapitulasi Suara KPU Jatim

Nama Paslon      Partai Pendukung            Suara                                                    

SA'AT               Demokrat, PAN, Golkar    199.342

A-RIF               PDIP, PKS, PPP              137.917

ASA                 PKB                             190.321

Indah-Kafi         Gerindra, PKNU               36.302

 




Berita Terkait