Berita Metro

Kamis, 08 Juni 2017  19:00

Membentuk Manusia Takwa

Membentuk Manusia Takwa
H. MUZAMMIL SYAFII, S.H., M.Si Ketua Fraksi Nasdem Hanura, Anggota Komisi A DPRD Jatim
oleh: H. MUZAMMIL SYAFII, S.H., M.Si 
Ketua Fraksi Nasdem Hanura, Anggota Komisi A DPRD Jatim
 
Dalam bulan suci Ramadan ini, kita umat muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Adapun orientasi menjalankan ibadah puasa itu adalah agar kita bertakwa kepada Alllah SWT. Pengertian takwa secara harfiah atau garis besar adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya.
 
Dan orientasi itu, ketika kita berada di penghujung bulan suci Ramadan maka akan muncul manusia baru yaitu orang-orang yang bertakwa pada Allah SWT.
 
Di dalam Al-Quran dijelaskan dalam Surat Ali Imron Ayat 133-153 bahwa takwa paling tidak meliputi beberapa hal. Pertama, seorang bertakwa cirinya, dia mau menginfakkan harta bendanya baik dalam keadaan lapang ataupun kekurangan.  Ketika memiliki banyak uang dia berinfaq, rejeki sedikit dia juga tetap berinfaq. 
 
Ciri kedua orang bertakwa adalah orang yang bisa mengatasi kemarahan dalam dirinya.  Ketiga, orang-orang yang mau memaafkan orang lain. Ketika ada org lain berbuat salah, dia mau memaafkan. 
 
Sedangkan ciri keempat, adalah mau meminta maaf ketika dia mau berbuat salah, baik salah pada dirinya sendiri atau dzolim pada orang lain. Jadi ada 2 aspek yang harus diraih oleh umat Islam.
 
 Dari sisi habluminnallah, takwa itu dalam arti menjalankan perintah Allah yaitu sholat, puasa, zakat, haji. Yang itu semua terkait hubungan antara manuisa dengan Allah. Sedaangkan terkait hubungan antar sesama manusia, maka kita harus berbuat baik kepada sesama. Itulah yang disebut kesalehan sosial. Dan puasa harus mencapai dua aspek yaitu aspek saleh secara pribadi dan saleh secara social.
 
 Makanya dalam setiap pribadi muslim, pada setiap akhir puasa harus tercipta manusia yang baru yang hubungan dengan Allah bagus dan hubungan dengan manusia juga bagus. Inilah pentingnya puasa untuk umat Islam pada masa-masa yang akan datang. 
 
Terutama kondisi di Indoneisa saat ini, yang sedang terjadi gejolak yang luar biasa. Semoga dengan puasa ini diharapkan umat Islam tidak suka marah, sebaliknya mereka suka memaafkan sehingga terjelma kerukunan antar umat beragama, antar sesama bangsa indonesia dan umat manusia, sehingga tercipta hubungan yang stabil di Indonesia berkat puasa kita. 
 
Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga dengan puasa kita bisa memeprbaiki diri dan perilaku baik dengan Allah atau manusia. Wassalamu’alaikum wr, wb (era/tit) 



Berita Terkait