Berita Metro

Senin, 05 Juni 2017  19:00

Capai Lima Sukses Puasa

Capai Lima Sukses Puasa
Ustadz Nur Kholis Jozin, Anggota Wasit PSSI Surabaya
Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia memiliki pengaruh penting bagi perkembangan kebudayaan Islam, sehingga segala bentuk aktivitas peribadatan maupun tradisi senantiasa menjadi perhatian masyarakat dunia.
 
Seperti tradisi-tradisi yang melekat pada saat memasuki bulan suci Ramadan. Di mana setiap muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Sehingga merubah pola kebiasaan pada bulan-bulan biasa seperti, perubahan pola makan dan pola kerja.
 
Untuk pola kerja, umumnya terdapat perubahan jam kerja karena menyesuaikan aktivitas ibadah tambahan selama bulan puasa. Sementara untuk kebiasaan makan sendiri, yang biasanya siang digeser malam. Uniknya dari penelitian kesehatan, justru menyehatkan badan. 
 
Meski selalu diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok termasuk kebutuhan persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, bulan puasa selalu dinantikan umat Islam, karena begitu banyak hikmah yang mampu menyehatkan rohani kita, yang selama 11 bulan stress oleh aktivitas duniawi.
 
Terdapat banyak hikmah Ramadan yang dapat diambil dari Al-Qur’an dan Al-Hadist diantaranya, pahala amalan puasa Ramadan diganjar Allah langsung tanpa perantara Malaikat, Dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang diampuni kalau puasa karena iman kepada Allah.
 
Kalau pahala selama bulan suci Ramadan akan dilipat-gandakan oleh Allah. Kemudian, tidur siang dianggap sodakoh dan tidur malam dianggap tahajud. Selain itu, apabila sholat tarawih karena iman, maka dosanya yang sudah dikerjakan dan belum akan diampuni.
 
Pada 10 malam terakhir juga ada malam qodar, dimana semua amalan akan dikalikan 1000 bulan atau sekitar 83 tahun,” sambungnya. Masih pak Ustadz-Sapaan karib di kalangan wasit, barangsiapa ibadah umroh di bulan suci maka pahalanya sama dengan ibadah haji bersama Nabi SAW. Masya Allah.
 
Kebiasaan yang ada di masyarakat pun berubah drastis, seperti tradisi menjual jajanan takjil sore hari hingga bagi-bagi takjil, tutupnya tempat hiburan siang hari, warung-warung yang nekat buka diberikan batasan penutup, serta meningkatnya wanita memakai busana muslim.
 
Sementara itu bagi atlet olahraga yang akan riskan kalau tiba-tiba harus berhenti berlatih karena puasa, masih dapat menjalankan aktivitas latihan rutin. Namun dibutuhkan sedikit perubahan pola latihan. Sebaiknya jam latihan diatur Sore, sehingga begitu selesai langsung berbuka.
 
Kalau agar tubuh tetap terjaga kebugarannya, malam hari mengkonsumsi vitamin yang sesuai. Intinya sebagai muslim, kita harus lima sukses di bulan Ramadan yakni, sukses puasa, sukses tarawih, sukses tadarus, sukses lailatur Qodar dan sukses zakat. (har) 



Berita Terkait