Berita Metro

Selasa, 06 Juni 2017  19:47

Berlatih Kesabaran

Berlatih Kesabaran
KH. Masduki Toha – Wakil Ketua DPRD Surabaya
KH. Masduki Toha – Wakil Ketua DPRD Surabaya

Ramadan itu identik dengan kesabaran. Bahwa kita ini seperti memasuki kawah candradimuka, yaitu penggemblengan terhadap jiwa dan raga. Bahkan,  Sabar meninggalkan hal-hal yang halal, karena dilarang oleh Allah. Contohnya, berkumpul dengan isteri, makan dan minum barang  yang halal apalagi berkata hal yang tidak baik. Sampai menunggu waktu berbuka puasa tiba.
 
Dengan kesabaran, manusia akan mendapatkan derajat yang tinggi. Allah akan bersama orang-orang yang bersabar,  sebagaimana tertulis dalam ayat “innallaha ma’as sobirin”. 
 
Inilah fungsi dan buah dari Ramadan agar kita berlatih kesabaran. Karena dalam melakukan puasa ini kita harus sabar menghadapi apapun dalam kehidupan kita, sabar menghadapi godaan apapun. Bulan Ramadan ini kita digembleng  dan diberi bimbingan teknis dengan  pengertian secara luas untuk meraih cita-cita.
 
Dan ini harus dimaknai bahwa setelah Ramadan, seseorang tetap melaksanakan makna sabar di bulan-bulan yang lain. Jika tidak boleh makan dan minum, sekarang harus makan dan minum  yang secukupnya karena harus ingat masih ada saudara yang tidak bisa makan dengan layak. 
 
Dan menahan tuturkata yang tidak sopan. Dengan mewujudkan sabar pasca ramadan, maka seseorang akan mendapatkan ‘la allakum tattakun’ yaitu manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT.
 
Aktualisasi daripada puasa ini, masyarakat harus sabar dalam hal berbangsa dan bernegara harus diwujudkan. Jika ada pemimpin yang salah diberikan nasehat secara baik, demikian juga dalam keluarga jika ada anak yang nakal harus dididik dengan baik, gurupun dalam mengajar siswa harus sabar merubah dengan baik.
 
Dengan demikian, jika sikap sabar  masuk dalam  pribadi masing-masing di tingkat keluarga, RT dan masyarakat. Maka buah Ramadan diharapkan akan muncul jiwa-jiwa pemaaf, penyayang, sosial sebagai wujud keberhasilan menunaikan puasa Ramadan. (dji/tit)



Berita Terkait