Berita Metro

Kamis, 04 Maret 2018  16:23

Wujud Kegembiraan, Rektor Lempar Topi Toga Milik Suko

Wujud Kegembiraan, Rektor Lempar Topi Toga Milik Suko
Luapan Kegembiraan: Rektor Unair Prof Mohammad Nasih (kiri) saat melempar topi toga milik Suko Widodo, Minggu (4/3).

SURABAYA (BM) - Prosesi wisuda program diploma, sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3), periode Maret di Universitas Airlangga (Unair) terjadi peristiwa tak lazim. Biasanya wisudawan dan wisudawati dipanggil ke depan untuk bersalaman dan pemindahan tali toga oleh rektor. Namun, itu tidak berlaku bagi Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo.

 

Ya, Minggu (4/3) kemarin Suko menjalani prosesi wisuda program doktor di Airlangga Convention Center (ACC). Saat namanya dipanggil dan kemudian maju ke depan, ramai sorakan. Selanjutnya Rektor Unair Prof Mohammad Nasih justru mengajaknya salam tos. Ketika Suko menundukan kepala di hadapan rektor dengan maksud pemindahan tali toga, Nasih justru mengambil topi toga dan melempar ke atas. Dengan sigap Suko langsung menangkapnya. Sorak-sorai kemudian membahana kembali.

 

Tidak cukup di situ, Suko kemudian melempar sendiri toganya dan menangkap sambil meloncat. "Memang sengaja itu, reaksi spontan untuk perayaan kita," kata Nasih seusai acara. Menurut dia, secara simbolis peristiwa itu merupakan wujud kegembiraan. Apalagi setelah 9 tahun akhirnya Suko lulus. 

 

"Tentu itu sangat menggembirakan. Sehingga sengaja kita ambil dan lempar sebagai lompatan Pak Suko. Dengan wisudanya Pak Suko ini berarti sudah lepas kuliah, tidak ada beban lagi," ucap pria asli Gresik ini.

 

Suko menambahkan, tiga rasa yang dimilikinya setelah prosesi wisuda. Pertama rasanya plong, kedua plong, dan ketiga plong. "Terima kasih Pak Rektor, senat, yang sudah memberikan kesempatan yang luar biasa ini," ungkap Suko.

 

Terkait peristiwa pelemparan topi toga, menurut Suko seperti itulah seharusnya wisuda. Wisuda adalah kegembiraan karena rektor sudah mengukuhkan dengan sah. "Mudah-mudahan setelah wisuda ini saya tambah semangat," terang Suko yang mempertahankan disertasi dengan judul Kolonisasi Ruang Publik Dalam Penyiaran Publik di Indonesia Studi Kasus Penyiaran Publik Lokal di Jawa Timur (TVRI Jateng dan A-TV Batu).

 

Wisuda Unair periode Maret sendiri meluluskan sekitar 2.500 mahasiswa. Wisuda dilakukan selama dua hari, Sabtu (3/3) dan Minggu (4/3). (sdp/udi)




Berita Terkait