Berita Metro

Rabu, 28 Maret 2018  18:00

Unair Dirikan Pusat Riset Halal

Unair Dirikan Pusat Riset Halal
Ketua Halal Center Unair Mustofa Helmi
SURABAYA (BM) – Riset terkait bahan dan kandungan produk agar memenuhi standar halal sangat dibutuhkan. Universitas Airlangga (Unair) melihat peluang tersebut dengan mendirikan Halal Center yang juga berfungsi sebagai Lembaga Pemeriksa Halal.

Ketua Halal Center Unair Mustofa Helmi mengatakan, halal center merupakan Pusat Riset dan Pengembangan Produk Halal (PRPPH). Salah satu keunggulan dalam hal sarana yaitu dilengkapi dengan laboratorium teknologi tinggi (Biosafety Level 3). Laboratorium ini bisa mengkaji bahan produksi untuk mendeteksi DNA yang terkandung di dalamnya, bisa jadi DNA babi atau lainnya.

"Halal center akan menjadi pusat riset halal, misalkan produk industri ingin melihat apakah kandungan produknya halal. Bisa nanti diperiksa Unair, tetapi melalui proses penugasan badan pemeriksa halal Kemenag juga," katanya di sela seminar Akselerasi, Implementasi Jaminan Produk Halal di Indonesia di Unair kampus C, Rabu (28/3).

Halal Center akan menangani 3 bidang riset utama, yaitu pangan, obat-obatan dan humaniora. Humaniora ini untuk.mengubah persepsi orang agar melihat pentingnya penetapan halal. "Unair sudah memiliki 35 orang calon auditor halal, 10 proyek riset dan pengembangan produk halal, dan konferensi internasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat," tandas Mustofa.

Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis mengungkapkan, untuk memberikan sertifikasi halal, orang datang dengan produknya untuk di cek. Kemudian MUI mengirim auditor untuk melihat proses produksinya. "Auditor ini kami bisa mengirim dari pihak Unair juga, karena mereka harus memastikan produksinya benar-benar melewati penyembelihan halal, bukan bangkai,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengedukasi  masyarakat terkait pemakaian bahan agar terjamin halal. "Saat ini, halal center di universitas memiliki keunggulan di bidang riset. Hanya saja belum bisa mengeluarkan fatwa halal, semua masih dilakukan MUI," urainya. Belum bisanya universitas menjadi kepanjangan MUI dalam mengeluarkan sertifikat tak lepas dari payung hukum yang belum tuntas.(sdp)



Berita Terkait