Berita Metro

Rabu, 02 Mei 2018  21:10

Ubaya Miliki Museum Temporer

Ubaya Miliki Museum Temporer
Peresmian: Rektor Ubaya Prof Joniarto Parung saat meresmikan Museum Temporary of Ubaya.
SURABAYA (BM) – Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Rabu (2/5), Universitas Surabaya (Ubaya) bekerja sama dengan Museum Gubug Wayang Yensen Project Indonesia, Mojokerto, Jatim, meresmikan Museum Temporary of Ubaya. Museum ini berada di gedung perpustakaan lantai 1 Kampus Tenggilis Ubaya.

Rektor Ubaya Prof Joniarto Parung mengatakan, temporary artinya sementara atau tidak tetap. Saat ini museum menampilkan kebudayaan Majapahit berupa terakota. Di waktu lain saat memiliki data atau memiliki inventaris untuk memamerkan kebudayaan dari suku yang lain, maka bisa diubah.

“Sekarang ini di dalam museum terdapat 774 koleksi terakota dari zaman Majapahit yang berusia 500-700an. Karena kali ini mengusung tema "The Spirit of Majapahit",” katanya disela-sela peresmian museum.

Dia menjelaskan, diresmikannya museum tersebut karena tema dari Kemenristekdikti yang terkait kebudayaan. “Di Hari Pendidikan Nasional, kita harus kembali. Bagaimana bangsa melihat kebudayaan dan terkait akal budi supaya kita sebagai insan di pendidikan menggunakan akal budi kita untuk kemanfaatan umat manusia,” ujar pria yang akrab disapa Joni itu.

Joni mengatakan, dipilihnya koleksi terakota dari Kerajaan Majapahit karena Ubaya ingin menampilkan bagaimana perkembangan peradaban Kerajaan Mahajapiht khususnya yang ada di Trowulan, Mojokerto. Di mana di kehidupan awal mereka sangat menghargai air untuk kehidupan.

"Dari zaman dahulu kita bisa belajar bagaimana mereka (Majapahit) dengan luar biasa bisa menghargai air. Semua kehidupan sangat bergantung kepada air. Bagaimana mereka bisa menggunakan teknologi yang ada pada zamannya untuk membantu kehidupan mereka,” ujarnya.

Dia menerangkan, Ubaya ingin menampilkan kekayaan dan kemakmuran dari Kerajaan Majapahit yang bisa dilihat dari banyaknya bentuk celengan. Juga seni yang sangat dihargai di Majapahit kala itu.

Dengan adanya museum itu Ubaya ingin berpesan kepada masyarakat untuk lebih menghargai budaya. “Kita harus belajar bahwa apa yang diperoleh saat ini merupakan akulturasi beberapa budaya. Sejak zaman dahulu bangsa kita sudah aktif berinteraksi dengan berbagai bangsa di dunia sehingga harus punya pemikiran yang terbuka,” tandasnya. (sdp)



Berita Terkait