Berita Metro

Senin, 16 April 2018  16:09

Studi Observasi, Siswa SMATAG Tanam 1.000 Mangrove

Studi Observasi, Siswa SMATAG Tanam 1.000 Mangrove
Tanam Mangrove: Siswa SMATAG melakukan penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove, Wonorejo
SURABAYA (BM) - Menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, Senin (16/4). Ratusan siswa diajak mengunjungi Ekowisata Mangrove, Wonorejo, sekaligus menanam tanaman bakau.

Kepala SMATAG Prehantoro mengatakan, kegiatan ini berupaya memberikan masalah praktis lingkungan hidup. Jadi, siswa yang mengikuti kegiatan adalah jurusan IPA. "Ada 250 siswa yang mengikuti studi observasi di mangrove ini. Semuanya jurusan IPA kelas X dan XI," katanya.

Dia mengungkapkan, kebanyakan siswa SMATAG memiliki latar belakang masyarakat kota yang lebih kenal mal dibanding alam. Dengan kegiatan ini, siswa diharapkan lebih mengenal dan mampu mencintai alam. "Siswa diminta menggali untuk membuat lubang yang akan ditanami bakau," ungkap Pre, sapaan akrabnya. Sebanyak 1.000 bibit bakau diberikan kepada siswa untuk ditanam ke kawasan ekowisata mangrove.

"Proses penanaman dilakukan dengan telaten oleh siswa. Bahkan mereka ikut memilah sampah plastik yang berserakan di kawasan mangrove," tuturnya. Pre melanjutkan, proses tersebut membuat siswa tidak hanya dibekali sisi akademis, namun juga nonakademis.

Dia menjelaskan, Selasa (17/4) giliran 240 siswa kelas X dan XI jurusan IPS yang melakukan studi observasi. Mereka akan mengunjungi Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Jatim dan Tugu Pahlawan. Di BI siswa akan dikenalkan perkembangan e-money secara nasional dan global. "Kami sudah memiliki e-kantin, siswa akan dikenalkan sejauh mana kepentingan transaksi nontunai," ungkapnya.

Pre mengungkapkan, setelah melakukan studi observasi, siswa diminta membuat laporan. Untuk siswa kelas X modelnya berupa laporan deskripsi. Sedangkan siswa kelas XI laporannya mendekati karya ilmiah. "Ini untuk mendukung perpustakaan sekolah yang sedang menyiapkan diri ikut akreditasi perpustakaan," katanya.

Salah satu siswa yang mengikuti studi observasi di kawasa mangrove, Intan Puspitasari mengaku baru pertama kali mendapat pengalaman menanam mangrove. "Sebelumnya belum pernah. Gali lubangnya yang susah, tapi menyenangkan karena langsung bersentuhan dengan alam," tandas siswa kelas XI jurusan IPA ini. (sdp)



Berita Terkait