Berita Metro

Kamis, 08 April 2018  22:09

SMPTAG Bakti Sosial, Smamda Deklarasi UNBK Jujur

SMPTAG Bakti Sosial, Smamda Deklarasi UNBK Jujur
Bakti Sosial: Siswa SMPTAG saat melakukan bakti sosial.
SURABAYA (BM) - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK telah tuntas Kamis (5/4). Selanjutnya, pada Senin (9/4) sampai Kamis (12/4) mendatang giliran siswa SMA yang menjalani UNBK. 
 
Bersamaan dengan UNBK SMA, siswa tingkat SMP di Surabaya menjalani Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Beberapa sekolah punya cara sendiri dalam mempersiapkan siswanya untuk menghadapi ujian. Seperti yang tampak di SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) dan SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya, Jumat (6/4).

Di SMPTAG, sebanyak 114 siswa kelas IX yang akan menghadapi USBN diajak salat Duha berjamaah disusul dengan doa bersama dan bakti sosial. "Kegiatan ini untuk membuat siswa senang, tenang, dan menanam sikap saling berbagi kepada sesama," kata Kepala SMPTAG Wiwik Wahyuningsih.
 
Menurut Wiwik, USBN siswa SMP dimulai Senin (9/4) sampai Jumat (13/4). Kemudian, dimulai lagi Senin (16/4) sampai Kamis (19/4). Selanjutnya, USBN dihentikan sementara karena pada Senin (23/4) sampai Kamis (26/4) siswa SMP menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). USBN dilanjutkan kembali 2-3 Mei.
 
"Tahun ini semua mata pelajaran (mapel) diujikan dalam USBN, jadi ada 11 mapel. Satu hari satu mapel," kata Wiwik. USBN dan UNBK di SMPTAG akan diikuti 114 siswa. Semua dilaksanakan berbasis komputer. "Kami sediakan 60 unit komputer," terang Wiwik.
 
Di tempat terpisah, siswa kelas XII Smamda mendeklarasikan UNBK jujur untuk menyongsong ujian. Deklarasi ini dianggap mampu memberikan pembelajaran kepada siswa pentingnya memiliki karakter jujur.
 
Kepala Smamda Surabaya, Astajab mengatakan, membiasakan siswa untuk jujur merupakan salah satu model pendidikan karakter. "Dalam ujian ini kami berpedoman pesan Mendikbud: prestasi penting, tapi jujur itu yang lebih utama," terangnya.
 
Dia berpesan kepada siswa untuk belajar dengan serius agar memiliki prestasi. Sebab, pihaknya menarget ada peningkatan nilai rata-rata ujian nasional dibanding tahun sebelumnya. "Mudah-mudahan bisa naik lima digit, kemudian yang masuk perguruan tinggi negeri (PTN) 5-10 persen," tandasnya. (sdp/udi)
 



Berita Terkait