Berita Metro

Kamis, 03 Mei 2018  23:53

SMAM 10 Bekali Siswa Perempuan dengan Bela Diri

SMAM 10 Bekali Siswa Perempuan dengan Bela Diri
Latihan: Sejumlah siswa SMAM 10 menjalani latihan bela diri.
SURABAYA (BM) – Siswa perempuan di SMA Muhammadiyah (SMAM)10 Surabaya diberi pelajaran kecakapan hidup berupa ilmu bela diri. Bekal ini diharapkan mampu mengatasi gangguan-gangguan fisik dari orang lain kepada siswa perempuan.

Kepala SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Sudarusman mengatakan, pelajaran bela diri tersebut masuk ke dalam intra dan ekstrakurikuler. Di intrakurikuler, pelatihan bela diri dilakukan terjadwal dan masuk ke dalam mata pelajaran. Sehingga, suka tidak suka, semua siswa perempuan wajib mengikutinya. “Kami membekali anak untuk mengatasi problem-problem, bukan hanya sebatas nilai,” katanya saat ditemui di asrama putri SMA Muhammadiyah 10, Kamis (3/5).

Dia menyatakan, total siswa perempuan di sekolahnya mencapai 310 anak. Semuanya dilatih bela diri. Para pengajar berasal dari atlet-atlet bela diri Tapak Suci. Tidak seperti ekstrakurikuler yang berorientasi pada prestasi, intrakurikuler lebih ke praktik-praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan.

“Memang ada di ekstra itu yang harus paham jurus-jurus untuk proses kenaikan pangkat. Tapi di intra tidak demikian. Mereka lebih diajari untuk mengatasi gangguan-gangguan dari orang lain,” terangnya.

Salah satu instruktur bela diri adalah Roudhotul Magfiroh. Dia mengatakan, keuntungan masuknya bela diri ke dalam intrakurikuler ialah semuanya wajib ikut. “Tidak semua suka dengan intra, tapi suka tidak suka siswa harus ikut. Apalagi ini untuk melindungi diri,” katanya. Beberapa materi yang diajarkan, seperti menghadapi gangguan dari depan, gangguan dari belakan, serta gangguan dari samping.

“Sebenarnya ini tidak susah. Tapi namanya perempuan ada malu-malunya dan takut. Tapi sejak awal sudah saya tekankan untuk jangan takut salah dan terus belajar,” ujar peraih juara 2 bela diri Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) tingkat ASEAN ini.

Pelatihan bela diri tersebut cukup bermanfat bagi Mutiara Eka Bella Aprilianti. Siswa kelas X ini mengaku ilmu bela diri cukup menjadi bekal untuk menghadapi gangguan. Apalagi, dirinya tak jarang pulang malam setelah mengikuti kegiatan di sekolah. “Ini sangat membantu agar bisa melindungi diri dari gangguan fisik,” terangnya. (sdp)



Berita Terkait