Berita Metro

Senin, 23 April 2018  18:49

Server Pusat Diperbaiki, UNBK SMP Alami Gangguan Masif

Server Pusat Diperbaiki, UNBK SMP Alami Gangguan Masif
Perbaikan Server: Seorang teknisi UNBK SMP menunjukkan pemberitahuan server pusat selesai diperbaiki.
SURABAYA (BM) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMP/MTs pada hari pertama mengalami gangguan secara masif, Senin (23/4). Hal ini disebabkan perbaikan (maintenance) server pusat. Beberapa sekolah di Surabaya dan Indonesia pada umumnya memulai UNBK tidak sesuai jadwal. Terutama ujian sesi pertama yang seharusnya dimulai pukul 07.30 sampai 09.30 WIB.

Seperti yang tampak di SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya. UNBK hari pertama mengujikan mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia. Sebanyak 60 siswa yang akan ujian sesi pertama sebenarnya telah bersiap di ruang Computer Center Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pukul 07.20 WIB. Mereka terbagi ke dalam 3 ruang ujian. Sesaat setelah online untuk mengunduh token dari pusat, tiba-tiba jaringan menjadi offline. Token pun tidak bisa muncul dan siswa gagal mengerjakan soal ujian.

Kepala SMPTAG Wiwik Wahyuningsih mengatakan, UNBK di SMPTAG terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti 60 siswa, sedangkan sesi kedua 53 siswa. Di sesi pertama waktu pengerjaan soal siswa molor. Siswa baru bisa mengerjakan pukul 08.50 WIB. “Informasi dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, ada maintenance server di pusat,” katanya.

Gangguan itu ternyata tidak hanya terjadi di Surabaya. Informasi itu didapat Wiwik dari grup WhatsApp Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Anggota grup adalah kepala sekolah yang berasal dari beberapa daerah se Indonesia. “Dapat informasi Malang gangguan, Bekasi, Tangerang Selatan, Nganjuk juga mengalami. Jadi, bukan hanya Surabaya,” terangnya.

Wiwik menjelaskan, selama menunggu perbaikan server pusat, siswa diminta tetap di dalam ruangan untuk berdoa dan saling berbicara agar rileks. Kemudian, dilakukan pemberitahuan kepada siswa yang ujian sesi kedua untuk datang agak siang. “Pusat mengumumkan selesainya perbaikan server pada pukul 09.07 WIB. Tapi kami sudah normal pukul 08.50,” tandasnya.

Hal serupa dialami SMP Muhammadiyah 17 Surabaya. Kepala SMP Muhammadiyah 17 M. Azam Nuri mengakui server sempat mengalami gangguan. Namun, kembali normal pada pukul 08.00 WIB. Sehingga, ujian sesi pertama selesai pukul 10.00 WIB. Artinya, hanya molor 30 menit dari jadwal semula.

“Alhamdulillah di sekolah tadi lancar sesuai server pusat,” ujarnya. Selama menunggu, siswa diminta mengecek token dan foto untuk memastikan kesesuaian dengan nomor peserta. Azam menjelaskan, di sekolahnya ada 106 siswa yang mengikuti UNBK. Mereka terbagi ke dalam tiga sesi ujian.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan menjelaskan, maintenance server pusat memang membuat UNBK sesi pertama molor dari jadwal. Tapi, perbaikan ini tidak berarti server berhenti total seluruhnya. Segala proses tetap berjalan, meski agak lambat. “Ini yang membuat sesi pertama dimulai dengan variasi. Ada yang molor 30 menit, tapi paling lama satu jam,” katanya.

Ikhsan menegaskan, setelah sesi pertama selesai, sesi selanjutnya berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti. Siswa yang mengikuti ujian di sesi kedua dan ketiga dipastikan tidak akan kehilangan waktu. “Otomatis semua waktu akan menyesuaikan. Tiap sesi tetap mendapat alokasi waktu dua jam,” ungkap mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengapresiasi langkah sekolah yang mampu mengondisikan siswa agar tidak panik selama menunggu perbaikan server. Itu terlihat saat dirinya mengunjungi SMPN 22, SMPN 21, dan SMP PGRI 64. “Karena sifatnya gangguan ini secara nasional, sekolah belum bisa memulai UNBK sesi pertama sesuai jadwal,” ujarnya.

Oleh pihak sekolah, lanjut dia, siswa diminta tenang karena tidak akan mengurangi waktu ujian. Apalagi, secara teknis, UNBK ini hampir sama dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang sudah diikuti siswa 9 hari sebelumnya. “Surabaya sudah menginjak tahun ketiga dalam menyelenggarakan UNBK. Berbagai kendala seperti kabel lepas, komputer eror, sudah tidak ada lagi,” terangnya. Dia pun berharap hasil UNBK SMP di Kota Surabaya masuk lima besar di tingkat Provinsi Jatim.

Trafo Meledak, Listrik Padam
Selain server pusat yang mengalami perbaikan, ada sekolah di Surabaya yang mengalami listrik padam menjelang UNBK dimulai. Itu terjadi di SMP Al Jihad yang berada di Jl. Kalibokor II No.35A, Pucang Sewu. Listrik pada karena trafo milik PLN di kawasan itu meledak karena diguyur hujan deras.

Kepala SMP Al Jihad Muhammad Usman mengatakan, beberapa guru datang ke sekolah pukul 05.30 WIB. Saat itu diketahui listrik di kawasan tersebut padam. Padam sejak pukul 05.00 WIB. Pihaknya kemudian menghubungi Dispendik Surabaya dan PLN Ngagel untuk memberitahukan masalah trafo. “Diusahakan PLN untuk mengganti trafo. Tapi, jam 8 trafo itu baru sampai Jemursari,” ungkapnya. Kondisi ini juga dipantau pihak Dispendik Surabaya.

Menurut Usman, pukul 08.30 WIB genset keliling yang disediakan Pemkot Surabaya untuk menjaga kelancaran UNBK tiba di sekolah. Sekolah kemudian menyiapkan kabel-kabel panjang untuk menjangkau genset. Sebab, ruang ujian berada di lantai 2. Karena tidak mencukupi, akhirnya memakai listrik. “Pukul 08.45 WIB listrik nyala. Saat kami coba, listrik tidak kuat nyala atau jeglek,” katanya.

Saat diperiksa teknisi PLN ternyata kendala ampere. Kekuatan sekolah hanya 6 ampere, namun saat digunakan UNBK melebih 6 ampere. Akhirnya, penggunaan listrik di MI Al Jihad yang masih satu gedung dengan SMP dikurangi. “Kami mulai sesi pertama pukul 10.45 WIB. Di sini mengadakan UNBK satu sesi dengan 14 siswa,” pungkasnya. (sdp)



Berita Terkait