Berita Metro

Rabu, 25 Februari 2018  23:11

Rektor Unair: Airlangga Education Expo Agar Siswa Tidak Sala

Rektor Unair: Airlangga Education Expo Agar Siswa Tidak Sala
SURABAYA (BM) - Selama tiga hari, Jumat (23/2) sampai Minggu (25/2), Universitas Airlangga (Unair) menggelar Airlangga Education Expo. Ajang ini digunakan untuk menyosialisasikan proses penerimaan mahasiswa baru kampus negeri tertua di Jatim itu.
 
Sejumlah kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), serta siswa jenjang SMA tampak antusias. Apalagi, seluruh fakultas di Unair menampilkan keunggulan masing-masing dalam stan pameran. 
 
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengatakan, sosialisasi itu bukan hanya terkait nilai semata, tapi bagaimana menjelaskan siswa untuk melihat posisi dan peta persaingan di masing-masing program studi. "Kami ingin menginformasikan itu sehingga para lulusan SMA tidak salah pilih dan kalau bisa tersebar ke semua prodi dan pilihannya nanti bisa lebih cepat agar alokasi atau distribusi lulusannya bisa lebih sesuai dan tepat dengan kondisi di Unair" kata Nasih. 
 
Nasih menjelaskan, terkait calon mahasiswa yang sudah diterima di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tapi juga diterima di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), pihaknya meminta siswa untuk memilih.
 
"Kami sampaikan bahwa kalau ada yang mundur, itu tidak hanya merugikan lembaga tapi juga merugikan teman mereka sendiri yang seharusnya bisa diterima. Kami harus memberikan sanksi kepada sekolah," ujarnya.
 
Sanksi itu, lanjut dia, untuk memastikan pendaftaran calon siswa telah sudah dipikir masak-masak. Bukan karena ingin atau coba-coba. Menurutnya memilih sekolah tidak boleh coba-coba dan harus dipikir masak-masak. "Sanksi berupa pengurangan dari indeks sekolah. Misalnya semula bagus, karena banyak yang mundur indeks sekolahnya otomatis akan rendah. JIka begitu daya tampungnya di Unair juga akan berkurang," ujarnya.
 
Terkait kouta mahasiswa yang diterima Unair pada tahun ajaran ini ada sebanyak 5.250 mahasiswa. Adapun alokasinya melalui Jalur SNMPTN sebanyak 30 persen, Jalur SBMPTN 40 persen dan Jalur Mandiri 30 persen. Selain itu, pada tahun ini, Nasih mengungkapkan adanya pengurangan terhadap penerimaan mahasiswa. Sebab Unair dirasa sudah tidak bisa menampung jumlah mahasiswa yang besar. 
 
Dia mencontohkan, fakultas yang dikurangi jumlah mahasiswanya adalah Fakultas Kedokteran Hewan. Pada tahun lalun menerima sampai 270 mahasiswa saat ini berkurang menjadi 250. Prodi Manajemen juga akan dikurangi dari 280 dibatasi 250. 
 
Nasih menilai dengan jumlah 270 mahasiswa itu dirasa terlalu banyak. Laboratorium sudah tidak mengatasi sehingga harus dikurangi. Tahun ini setiap prodi Unair maksimal menerima 250.  "Dikurangi karena kapasitas laboratorium, ruang kelas termasuk jumlah dosen yang ada. Tujuannya agar proses pendidikan jauh lebih baik dengan menjaga kualitas yang ada. Tujuannya ke sana," tandasnya. (sdp/udi)
 



Berita Terkait