Berita Metro

Jumat, 27 April 2018  22:07

Prodi Magister Manajemen Ubaya Raih Akreditasi Internasional

Prodi Magister Manajemen Ubaya Raih Akreditasi Internasional
Akreditasi Internasional: Rektor Ubaya Prof Joniarto Parung (kiri) berbincang dengan Presiden ABEST21 Prof Fumio Itoh (tengah).
SURABAYA (BM) – Belum banyak program studi (Prodi) yang mampu meraih akreditasi internasional dari The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow 21st Century Organization (ABEST21). Bahkan, dalam 10 tahun terakhir, hanya 54 perguruan tinggi dari 7 negara yang prodinya mendapat akreditasi dari lembaga yang berbasis di Tokyo, Jepang, ini.

Presiden ABEST21 Prof Fumio Itoh mengatakan, Negara Indonesia menjadi yang terbanyak meraih akreditasi ABEST21 dengan 18 prodi dalam kurun waktu 10 tahun ini. Prodi Magister Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Surabaya (Ubaya) salah satu peraih akreditasi tersebut. “Benua Asia paling banyak yang menerima akreditasi dari ABEST21, kemudian Eropa,” katanya disela acara penyerahan sertifikat akreditasi ABEST21 kepada pihak Ubaya, Jumat (27/4).

Sebelum memberikan akreditasi kepada Ubaya, pihaknya telah menurunkan tim penilai dari beberapa Negara. Tim ini terdiri atas seorang pemimpin dengan dua orang anggota. Yang dinilai adalah sistem kurikulum, mahasiswa, gambaran lulusan, kualifikasi dosen, hingga fasilitas-fasilitas pendidikan. Ubaya pun menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di Jatim yang menerima akreditasi dari ABEST21.

Rektor Ubaya Prof. Joniarto Parung menambahkan, seperti imbauan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), perguruan tinggi di Indonesia jangan hanya bermain di dalam negeri. “Tapi juga dikenal secara global supaya bisa berperan di level internasional. Kalau sudah terakreditasi internasional, maka mitra-mitra di luar negeri juga memahami tentang kualitas kami,” terangnya.

Dia menjelaskan, akreditasi internasional dapat menyamakan level perguruan tinggi di Indonesia dengan luar negeri. Persamaan level dapat menguntungkan. Salah satunya bila perguruan tinggi asal Indonesia ingin mengajukan kerja sama, maka mudah didengar jika dibandingkan levelnya belum setara.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada empat prodi di Ubaya yang mendapat sertifikat akreditasi internasional. Hal ini dapat mengangkat kepercayaan diri lulusan karena bisa diakui secara internasional. Selain itu, lulusan juga berpeluang bekerja di luar negeri karena kualifikasinya sesuai standar internasional.

Dekan FBE Ubaya Suyanto menjelaskan, sebelum meraih ABEST21, FBE telah meraih akreditasi internasional skala ASEAN yaitu Association of Accredited Schools of Business International (AASBI) pada tahun 2013. Sementara proses mendapatkan ABEST21 dimulai tahun 2014, yakni memberikan borang.

Tahapan berikutnya dilakukan tahun 2016. Ubaya mengajukan lagi borang secara penuh mengenai data-data mendalam. Kemudian, dilanjutkan tahap evaluasi diri mengenai keunggulan dan kelemahan serta apa yang akan diperbaiki mengenai FBE.

“Maret 2015 lalu, saya pergi ke Tokyo mempresentasikan mengenai Ubaya, FBE dan kesiapan kami. Untuk maju ke tahap penilaian selanjutnya, kami harus mendapatkan vote kelayakan dari 15 orang tim akreditasi. Keunggulan Ubaya, kami bisa mendapatkan 15 vote, padahal hal itu dinilai sangat jarang terjadi,” katanya.

Tahap demi tahap penilaianpun berlanjut sampai bulan September tahun 2017, tim ABEST21 melakukan visitasi ke FBE Ubaya untuk mengkonfirmasi kesiapan universitas, termasuk hubungan antara visi universitas dengan visi fakultas, visi program studi dan kurikulum yang dijalankan.

“Target akreditasi internasional selanjutnya yang ingin kami raih adalah AACSB (The Association To Advance Collegiate Schools of Business) berasal dari Florida, USA. Sejak tahun 2012, kami sudah dalam persiapan dokumen dan proses mentoring oleh tim AACSB. Sedangkan yang terbaru, tahun ini kami baru bergabung dalam EFMD Improvement Quality System (EQUIS) yang berbasis di Inggris,” tandasnya. (sdp)



Berita Terkait