Berita Metro

Kamis, 03 Mei 2018  01:13

Peringati Hardiknas, Siswa Kenakan Topi Pahlawan Pendidikan

Peringati Hardiknas, Siswa Kenakan Topi Pahlawan Pendidikan
Unik: Siswa Great Crystal School and Course Center kenakan topi pahlawan pendidikan.
SURABAYA (BM) - Untuk mengingat ajaran luhur Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, ratusan siswa dan guru Great Crystal School and Course Center memakai topi dengan foto Ki Hajar Dewantara. Penggunaan topi dilakukan saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Rabu (2/5).

Selain Ki Hajar Dewantara, siswa juga memakai topi Dewi Sartika, pejuang pendidikan bagi perempuan. Kedua pahlawan itu dipilih karena mereka menjadi inisiator Bapak dan Ibu Pendidikan di Indonesia. ‎

Saat upacara Hardiknas , Indyah, S.Pd, purna guru SDN Gunungsari berkesempatan untuk menjadi pembina upacara. Dia kemudian berpesan bahwa setiap siswa harus menghormati guru dan belajar  dengan rajin untuk menjadi pemimpin masa depan. “Perjuangan untuk membangun bangsa Indonesia ada di pundak generasi siswa saat ini. Jadi jangan sia-siakan,” kata Indyah.

Selain menjadi pembina upacara, Indyah, S.Pd juga mendapatkan penghargaan khusus dari Great Crystal School and Course Center sebagai orang yang telah mengabdikan diri sebagai pendidik selama kurang lebih 38 tahun.

Steven, salah satu siswa kelas 7 SMP yang menjadi petugas upacara mengaku sangat senang bisa berpartisipasi di upacara Hardiknas sebagai pemimpin upacara. Dia merasa tertantang untuk berlatih percaya diri dan mengemban tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai petugas upacara yang baik.

Selain melaksanakan upacara, Great Crystal School and Course Center juga menyelenggarakan serangkaian acara peringatan Hardiknas antara lain lomba menghias taman, lomba mewarnai dan lomba inovasi media pembelajaran untuk guru.

Deputy Head of School Mifta Churohman menuturkan, kegiatan Hardiknas kali ini mengusung tema hargai jasa para guru dan berkarya untuk pendidikan Indonesia. "Kegiatan Hardiknas tidak hanya untuk siswa saja tetapi guru juga dituntut untuk memberikan karya terbaiknya untuk peningkatan kemampuan mengajar,” pungkasnya. (sdp)



Berita Terkait