Berita Metro

Sabtu, 03 Maret 2018  17:47

Mensos-KPK Bekali Lulusan Untag

Mensos-KPK Bekali Lulusan Untag
PEMBEKALAN: Menteri Sosial Idrus Marham saat memberikan pembekalan kepada lulusan Untag dalam wisuda, Sabtu (3/3).

SURABAYA (BM) - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif memberi pembekalan kepada para lulusan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam wisuda, Sabtu (3/3). Pada kesempatan itu, mensos menantang lulusan Untag untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah sosial di masyarakat.

 

"Saya berpesan dan memberi tantangan kepada lulusan Untag untuk kerja sama menyiapkan konsep-konsep yang bisa diproyeksikan bisa menjadi penyelesaian masalah-masalah sosial," kata Idrus.

     

Dia menganggap masalah sosial saat ini semakin meningkat. Untuk itu perlu dilahirkan inspirator-inspirator, motivator-motivator bangsa sehingga bisa mengutip sejarah yang lebih baik untuk masa depan bangsa. "Bagi saya pengabdian adalah sebuah panggilan dan di Kemensos dikatakan mengabdi untuk sebuah kemanusiaan," jelasnya. 

 

Ditanya terkait kehadirannya di Untag untuk memberi orasi ilmiah, Idrus menjelaskan, dirinya pernah berproses di Jawa Timur. Bagian dari proses politiknya berkutat di Jatim. Selain itu, Idrus juga pernah mengajar di Untag Jakarta.

 

"Oleh karena itu hadir di sini dalam rangka napak tilas sekaligus untuk membuktikan bahwa siapapun yang jadi menduduki posisi tertentu harus sadar proses hidupnya. Itu barangkali bisa menginspirasi lulusan agar meningkatkan pengabdiannya kepada masyarakat," ujarnya.

 

Sementara itu, Rektor Untag Mulyanto Nugroho mengaku pihaknya siap menerima tantangan Mensos untuk bersama-sama ikut menyelesaikan masalah sosial yang ada. "Saat ini Untag sudah mempunyai program-program yang nyata dalam menyelesaikan masalah sosial. Salah satunya dengan turun ke masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN)," katanya.

 

Sebelum lulus mahasiswa Untag akan KKN untuk mengetahui dan menyelesaikan masalah di masyarakat seperti revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

 

"KKN kita sudah ke mana-mana dan itu komitmen. Sebagai kampus merah putih, Untag adalah kampus rakyat Indonesia. Tidak membela salah satu paham. Kami sadar untuk ikut memajukan bangsa tentu harus bisa mengatasi masalah sosial yang ada," terangnya.

 

Dalam wisuda kali ini, Untag Surabaya meluluskan 791 mahasiswa. Terdiri 661 sarjana (S1), 110 magister (S2), dan 20 doktor (S3). Menurut Nugroho, semua lulusan Untag tersebut disyaratkan memiliki sertifikat kompetensi. "Lulusan memang turun karena ada sisi kualitas yang harus dipenuhi," ungkapnya. (sdp/udi)

 




Berita Terkait