Berita Metro

Senin, 09 April 2018  18:31

Mahasiwa QUT Australia Menari Jaranan Turonggo Yakso

Mahasiwa QUT Australia Menari Jaranan Turonggo Yakso
Tari Tradisional: Sembilan mahasiswa QUT Australia saat menampilkan tarian Jaranan Turonggo Yakso.
SURABAYA (BM) – Gembira campur canggung. Itulah yang terlihat saat sembilan mahasiswa summer program dari Queensland University of Technology (QUT) Australia menampilkan tarian Jaranan Turonggo Yakso lengkap dengan aksesorisnya, di kampus Universitas Surabaya (Ubaya), Senin (9/4). Tari tradisional asal Trenggalek itu sengaja diajarkan ke mereka karena menarik dan mulai jarang ditampilkan.

Shaun Wallace, salah satu mahasiswa mengaku gembira bisa menarikan Jaranan Turonggo Yakso. Meski sedikit kesulitan karena belum terbiasa, dia ingin terus belajar untuk ditampilkan kembali ke depannya. “Terus berlatih bisa membuatnya mudah. Ini tadi sangat menyenangkan, meski baru pertama,” katanya.

Selain Shaun Wallace, mahasiswa QUT yang tampil adalah Liam Cassidy, Jamie Kim, Thomas Duke, Timothy Chee, Bailey Pitt, Jessica Skinner, Scott Cawston, dan Matthew Yu. Semua berasal dari jurusan Bachelor of Property Econommics.

Kepala Kantor Hubungan Internasional Ubaya Adi Prasetyo Tedjakusuma menjelaskan, summer program merupakan program jangka pendek bagi mahasiswa QUT itu untuk mempelajari properti di Surabaya. Sembilan mahasiswa itu berada di Ubaya mulai tanggal 4-15 April. “Selain belajar properti, kami kenalkan tarian tradisional agar mereka kenal budaya Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, tarian Jaranan Turonggo Yakso sudah sangat jarang dimainkan. Dengan begitu, Ubaya dapat memamerkan kekayaan budaya dan kesenian tari Indonesia yang berbeda dengan tarian berkuda pada umumnya. “Tarian ini tentang kuda raksasa yang menggambarkan potret perjalanan manusia yang selalui diwarnai kebaikan dan keburukan,” jelasnya.

Pelatih Tari Turonggo Yakso, Dian Bokir menambahkan, kostum dan aksesoris lain sudah disiapakan untuk mendukung penampilan Sembilan mahasiwa QUT. Di antaranya kostum, ikat kepala, kalung kace, deker, centing, sabuk, celana panji, jarik, binggel, gongseng, dan dilengkapi pecut serta kuda kepang. (sdp)



Berita Terkait