Berita Metro

Kamis, 11 Januari 2018  23:14

Mahasiswa Unair Juara Desain Logo ASEAN

Mahasiswa Unair Juara Desain Logo ASEAN
SURABAYA (BM) – Adi Wisnu Nugroho, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mengukir prestasi tingkat internasional. Capaian ini untuk bidang non-akademik, yakni menjadi juara dalam lomba desain logo ASEAN+3 University Network (UNet). 
 
Mahasiswa program studi (prodi) manajemen angkatan 2014 ini sebenarnya cukup terkejut saat mendapat pengumuman hasil Rabu (10/1) lalu. Pasalnya, lomba tersebut sudah cukup lama dan dia nyaris melupakan bahwa dirinya telah mengikuti lomba level internasional itu.
 
“Pada awalnya, saya kira nggak menang. Apalagi, jarak pengumpulan dan pengumuman menang cukup jauh, dari Juni 2017-Januari 2018. Kayak hampir terlupakan. Lalu, tiba-tiba dapat info menang itu,” kata Wisnu, sapaan akrabnya.
 
Wisnu menjelaskan, pada mulanya hanya iseng mengikuti lomba bertajuk The ASEAN+3 UNet Logo Design Competition itu. Dia mendapatkan informasi lomba dari official akun LINE Unair. Dengan dibantu beberapa teman untuk memberi masukan, akhirnya Wisnu mengirim sepuluh logo untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut. 
 
Dari sepuluh desain logo itu, lanjut dia, memang ada satu yang paling dijagokan. “Pada awalnya cuma mau ngirim satu logo. Ternyata dari panitia terserah ngirim berapa. Saya kirim sepuluh untuk memperbesar peluang menang,” ucap Wisnu.
 
Dia mengaku tak mendapatkan inspirasi yang muluk-muluk atas desain yang dikirim untuk lomba. Sebelum pembuatan desain logo, dia meriset tentang logo-logo ngetren yang banyak dipakai institusi pendidikan. Wisnu lantas menggabungkan warna bendera tiga negara yang tergabung dalam ASEAN+3 Unet, yakni Cina, Jepang, dan Korea. “Saya mengambil warna dari masing-masing bendera negara, kuning untuk Cina, biru untuk Korea, dan merah untuk Jepang,” ucap Wisnu.
 
Wisnu mengakui, sebelumnya belum pernah mengikuti event serupa. Namun, dia memang memiliki skill desain yang hanya dipakai dalam keikutsertaan kepanitiaan atau kegiatan organisasi di kampus. Atas prestasinya itu, Wisnu mendapatkan menghargaan berupa uang tunai senilai 800 US Dollar atau setara dengan Rp 10.810.810,8 beserta sertifikat pengakuan dari  ASEAN+3 Unet. (sdp/udi)
 



Berita Terkait