Berita Metro

Senin, 09 April 2018  22:14

Latih Jujur, UNBK di SMAN 15 Dipantau CCTV

Latih Jujur, UNBK di SMAN 15 Dipantau CCTV

SURABAYA (BM) - Untuk meminimalisir kecurangan serta melatih anak didik agar bisa bersikap jujur, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 15 Surabaya diawasi dengan CCTV.

Menurut Saiful Rahman, Kepala Sekolah SMAN 15 Surabaya, integritas UNBK 2018 lebih terjamin karena pengawasannya berbasis teknologi, yakni penggunaan komputer dan kamera pengawas CCTV.

"Dengan adanya ujian berbasis komputer ini kita sebenarnya seratus persen diuntungkan, karena kita bisa meminimalisir kecurangan, serta melatih anak didik untuk bersikap jujur," ungkap Saiful.

Siswa-siswi sendiri sudah siap dan biasa menghadapi ujian berbasis komputer karena sebelumnya Ujian Semester Bersama Nasional juga seratus persen berbasis komputer.

SMAN 15 Surabaya telah menyiapkan 200 unit komputer yang terbagi dalam 5 ruang, serta kamera pengawas cctv setiap ruangnya. Selain, setiap ruangan juga menyiapkan 2 unit komputer sebagai cadangan.

"SMAN 15 Surabaya menyiapkan 200 unit untuk 5 ruang ujian, jadi kami juga menyiapkan CCTV sebagai pengganti pengawas secara personal. Selain itu ruangan pengawas juga dekat dengan ruang ujian, jadi moving pengawas jika diperlukan bisa cepat," ujar Johanes Mardijono, Ketua Sub Rayon 15 UNBK.

Pengawasan UNBK ini dari pengawasan switch tiap rayonnya. Sampai saat ini, pelaksanaan UNBK di SMAN 15 Surabaya berjalan lancar dan aman serta belum terindikasi kecurangan apapun.

Sementara itu, kalangan anggota DPRD Surabaya meminta agar berbagai pujian terkait kesiapan pelaksanaan UNBK di jenjang pendidikan menengah dan dasar kepada Pemkot Surabaya, tidak lantas membuat pemerintahan di jajaran Wali Kota Tri Rismaharini lupa diri.

Pernyataan yang disampaikan Junaedi, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya itu menanggapi kedatangan anggota DPR RI yang telah member apresiasi dengan memuji dan berharap besar akan keberhasilan Kota Surabaya dalam memanage pendidikan.

“Evaluasi perlu untuk terus dilakukan. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa apresiasi yang datang dari pihak DPR RI maupun Kemendikbud ini sangat membanggakan,” katanya.

Namun begitu, ia mengingatkan untuk terus melakukan evaluasi jalannya UNBK agar bisa menjalankan ujian sesuai dengan harapan, yaitu mengedepankan sikap jujur siswa. Pihaknya, akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ujian yang berbasis computer ini. “Tapi itu (evaluasi) harus terus senantiasa untuk dilakukan agar setiap pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan terus lebih baik,” tambahnya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, UNBK ini adalah gelaran rutin di setiap tahunnya dan Kota Surabaya sudah berhasil menjadi daerah yang untuk pertama kalinya yang mampu  seratus persen melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Maka jika ada inovasi baru yang bisa menjangkau suksesnya pelaksanaanya ujian , hendaknya di apresiasi. Tetapi kewajiban penyelenggara ujian yang bertugas mengawasi ujian jangan sampai lengah. (nt/dji/udi)




Berita Terkait