Berita Metro

Selasa, 13 Maret 2018  05:59

Dorong Peningkatan Partisipasi Pemilih Muda

Dorong Peningkatan Partisipasi Pemilih Muda
Sosialisasi ke Kampus: Ketua KPU RI Arief Budiman (empat dari kanan) berfoto bersama beberapa mahasiswa Unair.
SURABAYA (BM) - Generasi milenial merupakan pemilih potensial dari segi jumlah. Pada perhelatan pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim tahun 2013 lalu jumlahnya sekitar 30-40 persen dari total pemilih. Namun, hanya sekitar 3-5 persen pemilih muda yang menggunakan hak pilihnya.

Untuk meningkatkan kesadaran partisipasi pemilih muda, KPU RI bersama KPUD Jatim menggelar sosialisasi ke kampus-kampus dengan tajuk KPU Goes To Campus. Kampus yang pertama kali dituju adalah Universitas Airlangga (Unair). Dalam kesempatan itu, sosialisasi dilakukan langsung Ketua KPU RI Arief Budiman, Komisioner KPU RI Pramono Ubait, dan Ketua KPUD Jatim Eko Sasmito.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, generasi milenial atau pemilih muda harus diberi akses yang mudah dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu). Pihaknya pun mengaku sudah menyiapkan itu semua. "Sementara ada 17 kampus. Unair menjadi lokasi pertama," kata dia saat ditemui disela acara di Kampus C Unair, Senin (12/3).

Dia mengungkapkan, generasi milenial tidak boleh diajak berpikir dan bekerja secara manual. Harus ada terobosan supaya mereka terlibat untuk mengakses langsung. "Dan diharapkan, kalau mereka bergerak, itu jauh lebih cepat menarik banyak orang untuk terlibat," terangnya.

Ketua KPUD Jatim Eko Sasmito menambahkan, partisipasi pemilih secara keseluruhan pada Pilgub Jatim 2013 hampir 60 persen. Dari jumlah itu, tingkat partisipasi pemilih muda hanya 3-5 persen. Padahal jumlah pemilih muda di Jatim mencapai 30-40 persen.

"Ini harus diperhatikan, karena tidak semua pemilih muda paham dan familier dengan Pemilu. Itu yang kemudian kita lakukan dengan masuk ke kampus-kampus untuk sosialisasi," ujar Eko.

Berbagai problem yang dihadapi terkait rendahnya tingkat partisipasi pemilih muda, antara lain rendahnya kesadaran. Menurut Eko, KPU sebagai penyelenggara melaksanakan sosialisasi. Dia berharap semua komponen masyarakat terlibat dengan kesadaran aktif. "Kesadaran untuk terlibat aktif akan kita tumbuhkan. Mari kita tumbuhkan bersama. Tanpa itu tingkat partisipasi tidak terlalu tinggi," katanya.

Bukan hanya problem itu yang dihadapi. Eko menjelaskan, konstelasi politik juga ikut menyumbang apatisme masyarakat terhadap memilih. Dia mencontohkan kekecewaan-kekecewaan masyarakat terhadap calon yang pernah dipilih pada pemilihan sebelumnya, itu juga menyumbang. "Jadi, dengan kondisi seperti itu kesadaran harus ditingkatkan," tandasnya. (sdp/udi)




Berita Terkait