Berita Metro

Kamis, 07 Desember 2017  22:46

Dewan Minta Pemkot Atur Pendirian Reklame

Dewan Minta Pemkot Atur Pendirian Reklame

SURABAYA (BM)  – Kalangan dewan menyoroti tentang tumbuh suburnya iklan (bando) yang berukuran besar di berbagai area di Surabaya. 

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto, mendorong agar Pemerintah Kota melakukan regulasi dan menata jarak antar reklame. Pasalnya, banyaknya  reklame yang berdiri di sembarang tempat, membuat wajah kota semakin semrawut. 

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah kota memberikan tempat di suatu kawasan, khusus untuk manjakan papan reklame itu berdiri. “Tetapi pada kawasan yang belum ditetapkan sebagai kawasan terbatas, semestinya perlu ditertibkan,” ujarnya, Kamis (7/12).

Herlina menyatakan, Pemerintah Kota Surabaya membutuhkan pendapatan asli daerah (PAD) dari reklame. Namun, menurutnya estetika kota juga harus lebih diperhatikan. Jika memungkinkan, iklan bisa dilihat didinding gedung, sehingga tanpa menggunakan tiang penyangga. Kondisi ini akan lebih efisien dan lebih mengedepankan masalah keamanan.

“Bila arak diatur, semakin sedikit titik reklame bisa jadi lebih mahal. Karena orang akan berlomba memasang di titik itu jika letaknya strategis,” katanya.

Ia menambahkan, selain mengatur jarak antar reklame, pemerintah kota juga perlu mengatur jumlah reklame yang berdiri dalam satu persil. Ia mengaku, keberadaan kota akan terlihat indah manakala satu tembok besar ditempeli beberapa papan reklame.

Di tahun 2018 perlu adanya peraturan tentang pendirian reklame. “Berapa banyak reklame yang ada di satu titik ini juga harus diatur. Ini juga berkaitan dengan estetika kota. Untuk itu, nanti kan ada perbaikan perda reklame, pungkasnya. (dji/udi)

 

 




Berita Terkait