Berita Metro

Kamis, 05 April 2018  19:41

Beri Apresiasi Siswa Berprestasi Internasional

Beri Apresiasi Siswa Berprestasi Internasional
Apresiasi: Ketua Yayasan Dharma Wanita Unesa Rahayu Sujiyanti Warsono (tiga dari kanan) saat memberikan apresiasi kepada Gwen.
SURABAYA (BM) – Satu lagi siswa berprestasi tingkat internasional muncul di SD Laboratorium Unesa Ketintang. Kali ini adalah Gwen Fara Agatha. Siswa kelas IV itu meraih empat medali emas dalam The Bangkok Gymnastics yang diselenggarakan pada 31 Maret sampai 1 April lalu di Bangkok, Thailand.

Atas prestasinya itu, Kamis (5/4), pihak Yayasan Dharma Wanita Unesa memberikan apresiasi dan piagam penghargaan kepada Gwen. Menurut Direktur Labschool Unesa Alimufi Arief, setiap kali ada siswa yang mendapat prestasi internasional, pihaknya selalu membiasakan diri untuk memberi apresiasi. “Baik itu prestasi di bidang akademik atau non-akademik,” katanya usai pemberian apresiasi di Ruang Sidang SD Laboratorium Unesa Ketintang.

Alimufi menjelaskan, peserta kompetisi yang diikuti oleh Gwen bukan hanya berasal dari Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, melainkan juga dari China, Hongkong, serta Kepulauan Mauritius. “Kami berterima kasih kepada Ananda Gwen atas prestasinya tersebut,” ujar pria yang Dosen Fisika Unesa ini.

Saat menerima penghargaan, Gwen ditemani kedua orang tuanya, Fajar Chriesbiyanto dan Rani Dias Sukmahati. Gwen mengatakan, The Bangkok Gymnastics merupakan kompetisi internasional pertama yang diikuti. “Sempat tegang juga. Apalagi lawannya banyak,” ujar Gwen. Namun, karena hafal semua gerakan, rasa tegang itu bisa hilang.

Rani, ibunda Gwen, menambahkan, kompetisi yang diikuti Gwen masuk kategori terbuka. Gwen menjadi peserta karena klub gymnastics yang diikuti mengirimnya ke Bangkok. “Gwen ikuti kursus di Zasis Gymnastics Citraland. Ada 21 anggota klub yang berangkat,” terang Rani yang turut mendampingi Gwen selama berkompetisi di Bangkok.

Rani mengatakan, The Bangkok Gymnastics adalah kompetisi internasional yang pertama kali diikuti Gwen. Sebelumnya hanya ikut kompetisi level klub atau kompetisi tingkat kota. “Pernah dapat emas dalam merebutkan Piala Walikota,” ujarnya. Rani melanjutkan, Gwen mulai ikut klub Gymnastics saat duduk di kelas II akhir. Sebelumnya justru tertarik pada olahraga lompat indah. “Karena takut ketinggian, jadi pindah ke Gymnastics,” tuturnya.

Rani menyatakan, The Bangkok Gymnastics diikuti sekitar 900-an peserta. Namun, kompetisi itu terbagi ke tujuh (7) level. Gwen sendiri berada di level dua (2) yang masuk kategori pemula. “Kalau level empat ke atas itu sudah real competition,” katanya. Di level 2, lanjut Rani, semua peserta mendapat medali. Tapi, jumlah nilailah yang membedakan peserta itu mendapat emas, perak, atau perunggu. “Gwen mendapat empat emas dari empat kategori lomba, yakni bars, beam, floor, dan vault,” tandasnya. (sdp)



Berita Terkait