Berita Metro

Selasa, 01 Mei 2018  18:32

21 Difabel Terdaftar sebagai Peserta SBMPTN di Panlok 50

21 Difabel Terdaftar sebagai Peserta SBMPTN di Panlok 50
Rektor Unair yang juga Penanggung Jawab Panlok 50 Surabaya Prof Mohammad Nasih.
SURABAYA (BM) – Sebanyak 21 peserta difabel terdaftar sebagai peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya. Mereka tersebar di tiga kelompok ujian, yakni sains dan teknologi (saintek) 6 peserta, sosial humaniora (soshum) 13 peserta dan kategori campuran 2 peserta difabel.

Setelah pendaftaran ditutup Jumat (27/4) lalu, total pendaftar di Panlok 50 Surabaya mencapai 60.630 peserta. Rinciannya, kategori saintek 26.437 peserta, soshum 27.764 peserta, dan campuran 6.429 peserta. Dari angkat tersebut, 2.770 merupakan peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK), sementara 57.860 peserta menggunakan ujian tulis berbasis cetak (UTBC).

Penanggung Jawab Panlok 50 Surabaya Prof Mohammad Nasih mengatakan, untuk peserta ujian SBMPTN dengan berkebutuhan khusus tetap difasilitasi sesuai dengan aspek yang ada. Misalnya saja bagi penyandang tuna netra. Sejak awal panitia tidak menyediakan naskah soal berhuruf braille, maka panitia menyediakan petugas tersumpah.

“Petugas tersumpah ini bertugas membacakan soal dan membantu mengisi jawaban bagi peserta tuna netra,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (1/5). Dengan model tersebut, lanjut Nasih, peserta tuna netra diberi ruangan khusus.

Pria yang juga Rektor Universitas Airlangga (Unair) ini menjelaskan, pemberian ruangan khusus bagi tuna netra agar tidak mengganggu peserta lain. Apalagi, pembacaan soal oleh petugas tidak mungkin dilakukan dengan suara pelan. “Karena dengan model dibacakan soal, bisa mengganggu peserta lain bila tidak dipisah,” ungkapnya.

Berdasar data yang dihimpun, 21 peserta difabel di Panlok 50 Surabaya terdiri atas 7 peserta tuna netra, 7 peserta tuna rungu, dan 7 peserta tuna daksa. Untuk peserta difabel kategori campuran akan ujian di Unair kampus B. Peserta difabel kelompok ujian soshum akan ujian di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kampus Lidah Wetan dan kampus Ketintang, serta sekitarnya. Sedangkan peserta difabel kelompok ujian saintek akan ujian di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan sekitarnya.

Sementara itu, terkait membeludaknya jumlah pendaftar di Panlok 50 Surabaya, Nasih mengaku sudah mengantisipasinya. “Soal ketersediaan ruangan, Panlok 50 Surabaya termasuk yang bagus. Karena kebutuhan ruangan sudah disiapkan saat pendaftaran terakhir,” ujar Nasih. Sehingga, lanjut dia, dipastikan tidak ada peserta yang tidak kebagian ruangan.

Seperti diketahui, tahun lalu jumlah pendaftar SBMPTN di Panlok 50 mencapai 55.230 pendaftar. Rinciannya, pendaftar sosial humaniora (soshum) 24.095 orang, sains teknologi (saintek) 24.124, dan campuran 6.423 pendaftar.  Sedangkan tahun ini mencapai 60.630 pendaftar. Artinya, meningkat 5.400 pendaftar.

Dari sisi pengawas, Nasih menyatakan tidak perlu ada penambahan jumlah. Angkanya tetap sekitar 4.000-5.000 pengawas. Ada model substitusi pengawas dari kelompok ujian campuran ke kelompok ujian saintek.

“Karena jumlah pendaftar campuran lebih rendah dari perkiraan, sebagian pengawas campuran dialihkan ke saintek,” terangnya. Yang jelas, kata Nasih, Panlok 50 sudah sangat siap dari sisi ruangan dan pengawas. (sdp)



Berita Terkait