Berita Metro

Kamis, 01 April 2018  22:27

100% UNBK, 222.264 Siswa SMK di Jatim Jadi Peserta

100% UNBK, 222.264 Siswa SMK di Jatim Jadi Peserta
SURABAYA (BM) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2017/2018 dimulai serentak Senin (2/4) hari ini. Siswa pada jenjang SMK yang pertama menggelar UNBK. Mata pelajaran (mapel) yang diujikan di hari pertama Bahasa Indonesia.
 
Di Jatim, sebanyak 1.885 lembaga SMK dengan 222.264 siswa siap melaksanakan UNBK. Dari sisi kuantitas, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun ajaran 2016/2017. Tahun sebelumnya hanya 1.779 lembaga dengan 199.079 siswa SMK. Artinya ada peningkatan 106 lembaga dengan 23.185 siswa.
 
Jumlah peserta UNBK SMK terbanyak berada di Kota Surabaya dengan 19.775 siswa. Lembaga penyelenggara sebanyak 104 SMK. Kabupaten Sidoarjo penyumbang kedua terbanyak karena diikuti 13.552 siswa dengan 78 lembaga. Peserta terbanyak ketiga berada di Kabupaten Jember dengan 12.796 siswa yang tersebar di 160 SMK.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman mengatakan, SMK di Jatim 100 persen melaksanakan UNBK. Menurut dia, fungsi utama dari UNBK adalah untuk siswa itu sendiri. Karena itu, meski bukan menjadi penentu kelulusan, siswa tetap harus totalitas mengikuti ujian sehingga mendapat hasil yang maksimal.
 
Pemerintah akan menggunakan hasil UN itu untuk melihat capaian hasil belajar siswa. Tetapi siswa, masih membutuhkan nilai UN untuk berbagai kebutuhan. “Misalnya untuk mendaftar ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan. Seperti Akpol dan Akmil, keduanya masih menggunakan nilai UN ,” kata Saiful, Minggu (1/4).
 
Hasil UN, lanjut dia, merupakan nilai otentik dari apa yang telah dikerjakan siswa. Sebab dari segi integritas, UN yang dilaksanakan di Jatim dipastikan terjaga. “Karena kita seratur persen menggunakan UNBK. Baik SMA, MA maupun SMK,” ungkapnya.
 
Disinggung terkait kesiapan, Saiful menjelaskan, seluruh sekolah penyelenggara sudah cukup matang mempersiapkannya. Kendati sempat muncul kendala di awal sinkronisasi pada H-2 UNBK, namun masalah dapat cepat teratasi. “Proses sinkronisasi dipastikan selesai sampai malam hari ini (kemarin). Awal-awal sinkronisasi server pusat sempat mengalami kendala tapi sekarang sudah lancar,” ungkap Saiful.
 
Sementara terkait pengawasan, Saiful menuturkan tidak ada ketentuan wajib yang harus diikuti sekolah. Dan Jatim, kata dia, sepakat tidak menggunakan pengawas di dalam kelas. Pengawas hanya bertemu peserta ujian saat membagikan daftar absensi dan selanjutnya menunggu di ruang kontrol. Sementara proktor dan teknisi bekerja di ruang server yang masih terhubung dengan siswa. “Jika terjadi troble di tengah-tengah ujian berlangsung, proktor bisa langsung turun menemui siswa. Jadi suasana ruang ujian akan tenang,” tandas mantan Kepala Badan Diklat Jatim tersebut. (sdp/udi)
 



Berita Terkait