Berita Metro

Sabtu, 25 Maret 2018  23:17

Bungkam Dwikora FC 3-0, BFC Segera Launching Akademi Bhayang

Bungkam Dwikora FC 3-0, BFC Segera Launching Akademi Bhayang
SURABAYA (BM) –Juara bertahan Piala Soeratin Regional Jatim 2017, Bhayangkara FC (BFC) U17 kembali melakoni laga ujicoba sembari menunggu bergulirnya musim kompetisi Piala Soeratin 2018 yang bergeser hingga Juli mendatang.
 
Menjamu klub internal Askot PSSI Surabaya, Dwikora FC, tim berjuluk the Young Guardian ini membungkam tamunya, 3-0 tanpa balas lewat aksi pemain Timnas U16, Husein menit 40 dan 42. Serta sepakan (ambon) menyambar bola yang lepas dari tangkapan penjaga gawang.
 
BFC U17 sendiri bermain lebih sabar dibanding ujicoba sebelumnya menjamu anggota Liga 3 PSSI Jawa Timur, Para Bola FC Surabaya. “Harapan kami di babak pertama, anak-anak belajar menemukan teknik mengambil bola tanpa pelanggaran di belakang,” kata pelatih AP Setiawan, jedah babak, Sabtu (24/3) Pagi.
 
Tensi pertandingan berjalan menarik, karena tim tamu mampu mengimbangi BFC U17 dengan bermain disiplin menjaga areanya. “Kami cukup kesulitan menembus barisan pertahanan Dwikora FC yang main disiplin,” tutur sekretaris tim, Ahmad Yari di lapangan Polda Jatim.
 
Pelatih weight training(WT) BFC U17 yang turut menyaksikan, Imam Syafii mengatakan, kalau lawan kehilangan konsentrasi karena kalah fisik. “Lawan yang tidak dibentuk fisiknya, bisa dimakan anak-anak. Khususnya Bahrul dan Toni, rajin latihan WT, kelihatan stabil mainnya,” terangnya.
 
Meski terlihat lebih sabar, namun menurut mantan pengurus PSSI Jatim ini bahwa cara bermain anak-anak masih terlalu keras dan sering melanggar. “Kalau bermain di kandang lawan dalam kompetisi resmi, bisa merugikan tim,” timpalnya.
 
Pendapat Imam dapat dilihat dari tiga kartu kuning dari kantong wasit Harun Effendy yang memimpin. Sementara lawan diberikan peringatan dua kartu kuning. “Sebenarnya latihan WT belum sepenuhnya tuntas programnya. Tetapi sebagian sudah dipakai tim peserta Liga 3,” tutupnya.
 
Asisten manajer BFC U17, Kompol Agus Setiawan cukup puas melihat cara bermain BFC U17. “Padadasarnya perkembangan sepak bola di tanah-air, perlu pembinaan dari usia dini, sehingga pencapaian prestasi saat besar akan mudah tercapai tapidengan pola transparan dalam pemilihan pemain,” katanya.
 
Ndan-Agus, (Sapaan-Kkarib), juga mengungkapkan rencana mendirikan akademi. “Ke depan dengan adanya akademi usia dini di Bhayangkara FC mulai umur 12 sampai dengan senior, di-ibaratkan suku cadang untuk sebuah klub sepak bola sudah siap,” sambungnya.
 
Progres pemain yang dicetak di akademi nantinya juga akan berkesinambungan ke atas. “Sekarang sudah dipatau kalau memang kita sudah mendapatkan satu pemain mempunyai skill yang bagus, pasti kitaorbitkan untuk membela BhayangkaraFC di Liga 1,” pungkasnya. (har/udi)
 



Berita Terkait