Berita Metro

Senin, 09 April 2018  22:59

1.615 Pendekar PSHT Terima Kenaikan Sabuk

1.615 Pendekar PSHT Terima Kenaikan Sabuk
TUBAN (BM) - Sebanyak 1.615 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Cabang Tuban menerima kenaikan sabuk dari jambon ke hijau dan dari hijau ke putih. Pemberian kenaikan sabuk itu dilangsungkan di kawasan Mangrove Center, Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Minggu (8/4).
 
Kegiatan ini berbeda dari biasannya, karena selain pimpinan pusat datang untuk sosialisasi hasil Parapatan Luhur tahun 2017, juga dihadiri pimpinan daerah Tuban.
 
Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR saat memberi sambutan mengatakan, para siswa adalah generasi muda harapan bangsa. Pemuda yang mencintai olahraga dalam dirinya tumbuh pemikiran positif, sehingga masa depannya positif. “Semoga kegiatan ini menambah kedewasaan kita, menambah ilmu kita dalam segala hal,” katanya.
 
Pada kesempatan itu, Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Nur Wicahyanto, juga mengingatkan melalui PSHT menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam tahun politik tetap menjaga nama baik organisasi dan keutuhan bangsa. “Persaudaraan, bela diri, olahraga, seni budaya, kerohanian atau spiritual. Saya yakin dengan kelima prinsip ini saya yakin PSHT akan lebih baik ke depan,” ungkapnya.
 
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko H. W menyampaikan kepada ribuan siswa tentang sejarah PSHT, nilai-nilai patriotisme para leluhur PSHT hingga jiwa nasionalisme yang harus dipegang teguh seluruh warga dan siswa PSHT. Selain itu, juga menyampaikan hasil parapatan luhur tahun 2017 kepengurusan PSHT Pusat Madiun. “PSHT jangan ke mana-mana tetapi PSHT ada di mana-mana,” tegasnya.
 
Ketua PSHT Cabang Tuban, Lamidi, mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kapolres Tuban, Dandim 0811 Tuban dan Ketua KONI Kabupaten Tuban, Mirza Ali Manshur yang hadir dan memberikan perhatian dan motivasi kepada ribuan siswa.
 
Selain itu, dia juga berpesan kepada para calon pendekar tersebut agar selalu mawas diri dalam kehidupan sehari-hari. Serta bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos). Jika mendapat informasi tentang keorganisasian PSHT atau ada masyarakat yang mengaku menjadi warga PSHT, harus dikoordinasikan dengan pengurus agar mendapat informasi akurat. (kmf/udi)
 



Berita Terkait