Berita Metro

Jumat, 01 April 2018  22:31

Kiai di Jatim Dukung Cak Imin Cawapres

Kiai di Jatim Dukung Cak Imin Cawapres
SIDOARJO (BM) - Para kiai se-Jatim yang tergabung dalam 'Silaturrohim Ulama Nusantara' mendukung Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi cawapres 2019. Dukungan ini digelar di Sidoarjo.
 
"Dalam kesempatan ini kami menyatakan, Insyaallah apabila para kiai dan para ulama merestui dan memberikan doa tulus kepada perjuangan kami sehingga kewajiban kifayah kami bisa dilaksanakan, kami mengerti betul, memahami betul, dan Insyaallah akan melaksanakan seluruh perintah dan agenda-agenda perjuangan politik," ujar Cak Imin di Ponpes Progresif Bumi Shalawat, Desa Lebo, Sidoarjo, Sabtu (31/3).
 
Kiai yang turut hadir dalam silaturahmi tersebut di antaranya KH Agoes Ali Masyhuri, KH Anwar Iskandar, KH Hisyam Syafa'at, KH Zainuddin Djazuli dan sepuh lainnya. KH Agoes Ali (Gus Ali) menyatakan para ulama mantap mendukung Cak Imin jadi cawapres. "Dari hasil silaturahmi ini, semua kiai sependapat atau sepakat satu suara untuk mendukung Cak Imin sebagai calon wakil presiden," kata Gus Ali.
 
Dalam silaturahmi tersebut juga dibacakan 7 poin rekomendasi, yaitu:
Segenap Para Masyayikh, Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan Kyai Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam "Silaturahim Ulama Nusantara", menyampaikan hasil musyawarah Politik yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo. Disampaikan bahwa:
 
1.Bahwasanya dalam Islam Nashbul Imamah adalah Fardlu Kifayah sebagai bagian dari ikhtiar untuk mendorong kesejahteraan rakyat dan terwujudnya kepemimpinan yang adil;
 
2.Peran Alim Ulama telah terbukti memiliki peran sentral dan signifikan dalam proses Kebangsaan Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka hingga hari ini;
 
3.Aspirasi Para Masyayikh dan Ulama selama ini terkesan kurang mendapat perhatian yang serius dari para Pemangku kebijakan sehingga Pondok Pesantren, Madrasah, Madrasah Diniyyah, Taman Pendidikan Al-Quran belum menjadi prioritas dalam program pembangunan Indonesia;
 
4.Ada keprihatinan warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) yang sering dipinggirkan dalam pembangunan, selalu menjadi korban ketidakadilan ekonomi dan ketimpangan sosial. Angka kemiskinan tertinggi berada di pinggiran dan pedesaan yang didominasi warga nahdliyin.
 
5.Menguatnya populisme agama yang berhadap-hadapan dengan nasionalisme sekuler merupakan ancaman nyata bagi persatuan dan keutuhan bangsa, hal ini menjadi perhatian khusus para ulama yang terus setia dengan pandangan nasionalis-religius.
 
6.Maka dipandang perlu untuk mendelegasikan sosok Pemimpin Nasional dari kalangan Santri sebagai saluran aspirasi Para Masyayikh, Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan Kyai Nahdlatul Ulama dalam mengawal dan mewujudkan kejayaan NKRI.
 
7.Dengan memohon ridlo Allah SWT disertai tekad yang bulat Para Masyayikh, Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan Kyai Nahdlatul Ulama memberikan amanah kepada saudara H. A. Muhaimin Iskandar untuk berikhtiar menjadi Calon Wakil Presiden. (det/udi)
 



Berita Terkait