Berita Metro

Senin, 14 Mei 2018  17:28

Geledah Rumah di Sidoarjo, 6 Bom Diamankan

Geledah Rumah di Sidoarjo, 6 Bom Diamankan
Suasana Rusunawa Wonocolo Taman Usai terjadi ledakan bom

SIDOARJO (BM) – Densus 88 melakukan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan di Dusun Jedong RT 1 RW 2 Kelurahan Urang Agung, Kecamatan Kota. Rumah kontrakan milik Buadi (67) ini ditempati dua pasangan suami-istri.

Dua laki-laki atas nama Agus Widodo (35) dan Ilham telah diamankan oleh tim Densus 88. "Yang diamankan itu 4 sebenarnya. Tapi masih dalam pemeriksaan," ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Himawan Bayu Aji kepada wartawan di lokasi, Senin (14/5/2018).

Dalam penggerebekan di Desa Jedong ini, tidak ada perlawanan. Kedua warga yang diduga anggota jaringan teroris tersebut langsung dibawa ke Mako Gegana Brimob Jatim, Jalan Gresik, Surabaya.

Sedangkan kedua istri warga yang terduga teroris diamankan di rumah pamong desa. Keduanya diketahui bernama Damayanti (34) dan Beti Rinawati (38).

Dalam penggerebekan ini juga diamankan 6 buah bom rakitan, sejumlah kendaraan bermotor yang masih ada di TKP, dan handphone milik terduga teroris.

"Ada beberapa rangkaian yang dijadikan satu dirangkai. Tadi kita sempat lakukan disposal atau mencerai-beraikan yang diduga handak (bahan peledak, red)," lanjutnya.

Bom-bom itu telah dinaikkan ke mobil milik tim Gegana Polda Jatim dan dibawa keluar dari lokasi.

Saat ditanya apakah bom yang ditemukan berdaya ledak tinggi atau tidak, Himawan mengaku belum mengetahui hal itu.

"Nanti jibom (penjinak bom, red) yang menentukan," imbuhnya.

Ketika ditanya adakah kaitan dua warga terduga teroris dengan pelaku teror-teror sebelumnya di Surabaya ataupun Sidoarjo, Himawan menambahkan polisi masih melakukan pendalaman.

"Kalau untuk komplotan masih dalam pendalaman apakah ini ada komplotannya, ada hubungannya tidak," tutupnya.

Sebelumhya, pada Minggu (13/5) malam, ledakan bom terjadi di Rusunawa Wonocolo Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Tim Jihandak Polda Jatim yang datang ke lokasi segera melakukan sterilisasi. Berdasarkan pengamatan dilapangan, terdengar beberapa kali ledakan dan tembakan dilokasi kejadian. terhitung ada lima kali ledakan terjadi. Sementara itu warga yang menghuni rusunawa tampak mengalami kepanikan dengan berhamburan keluar.

Polda Jawa Timur memberikan keterangan resmi  terkait Bom yang meledak di Rusunawa Wonocolo Kecamatan Taman melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frank Barung Mangera, Senin dinihari (14/5/2018).

Dalam Keterangannya menyebutkan, ledakan bom yang terjadi berasal dari  sebuah kamar yang ada di Rusunawa Blok B Lantai 5 terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. yang dihuni oleh Anton beserta Istri dan enam Anaknya.

"Saat ledakan bom pertama terjadi Anak tertua dan istrinya tewas,"ungkapnya.

Sementara itu Lanjut Barung, anak kedua beserta dua adiknya yang saat itu luka-luka dievakuasi ke Rumah sakit Siti Hajar Sepanjang.

"Jadi kakaknya ini yang membawa sendiri adiknya ke rumah sakit,"terangnya.

Kondisi Anton saat ledakan pertama masih hidup dengan posisi tangan memegang switcher (pemicu) dan tas ransel hitam berada didalam kamar tersebut.

"Dengan kondisi tangan yang memegang pemicu, petugas tidak mau mengambil resiko. Saat itulah polisi melakukan tindakan tegas dan Antonpun tewas,"tegas Barung.

Dalam kejadian ini ada 3 korban meninggal yaitu, Anton Kepala Keluarga, Istri Anton dan anak tertua Anton. Sementara Anak laki-laki dan Dua anak perempuan  saat ini dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan terhadap warga Polda Jawa Timur mengintruksikan kepada penghuni Rusunawa Wonocolo yang berada di Blok A,B,C dan D paska kejadian untuk tidak kembali dulu ke kamar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera  memohon maaf atas ketidaknyamanan para penghuni atas sterilisasi ini.

"Pak Kapolda beserta jajaran Polda Jatim memohon maaf kepada penghuni Rusunawa setelah melalui pengkajian Tim  untuk sementara belum bisa ditempati para penghuni sampai dengan Senin. Saya berjanji besuk (senin) akan bisa ditempati lagi," ucapnya, Senin dinihari (14/5/2018).

Sementara pihak security  Rusunawa menyampaikan kepada  penghuni Blok A, C dan D,  untuk tidak kembali ke kamar dulu dan masuk ke lokasi.

"Mohon maaf bapak, tidak boleh masuk kalau ke Blok B. Mohon sabar, ini demi keamanan kita bersama," kata salah satu security, memberi penjelasan kepada penghuni yang hendak masuk ke rusunawa, Senin (14/5).

Rusunawa Blok B saat ini memang disterilkan, pihak aparat keamanan dari kepolisan juga berjaga ketat di gedung yang masih ada pembatas garis polisi. Bagi penghuni yang menempati Blok A, C dan D, mereka diminta untuk lewat belakang gedung B dengan jalan kaki.

"Sepedanya diparkirkan di depan, dilarang masuk," kata Iptu Sugeng Tri H, ketika memberikan arahan kepada security yang sedang berjaga di depan pintu masuk area rusunawa.

Seperti yang sudah diberitakan, Bom meledak di Rusunawa Wonocolo yang berada di Blok B Lantai 5. Dalam kejadian ini 3 orang tewas dan 3 orang luka. 3 Korban yang tewas yang sekaligus merupakan terduga pelaku teroris yakni  Anton Febriyanto (47), beserta istrinya Puspita Sari (47) dan PR (17) putrinya. Tiga anak lainnya selamat saat ini dirawat di RS. Bhayangkara Polda Jatim. (cls/det/tit)




Berita Terkait