Berita Metro

Kamis, 03 Mei 2018  16:11

Buron Penipuan Diringkus Reskrim Polsek Taman

Buron Penipuan Diringkus Reskrim Polsek Taman
SIDOARJO (BM) - Abdullah (46), warga Desa Galis, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, satu dari empat pelaku penipuan dan penggelapan pemesanan karung sak jumbo yang buron, akhirnya berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Taman, Kamis (3/5).

Tiga pelaku lain yang masih burun masing-masing Said (41), warga Desa Pedaken Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Ruslan (30), warga Kelurahan Wonokusumo Surabaya, dan Mahmud (41), warga Bulak Banteng Gang Bhineka Kecamatan Kenjeran Surabaya.

Abdullah ditangkap karena diduga bersekongkol dengan tiga temannya yang buron. Mereka, memesan sak jumbo kepada Hosiyah Safitri, warga Kampung Tegal Danas, Kelurahan Jayamukti, Kecamatan Cibarang Pusat Kota Bekasi, sebanyak 5.000 pcs, satu bijinya senilai Rp 45 ribu. Namun, sesudahnya barang tiba tidak membayar dan malah dijual ke orang lain.

Para pelaku melalui Achmad keponakan Abdullah yang juga otak penipuan dan penggelapan, memesan karung sak jumbo melalui telepon. Setelah sepakat soal harga, barang oleh korban dikirim dan diturunkan di Puspa Agro Jemundo Taman. "Sesudah barang sampai di Puspa Agro, oleh tersangka barang tidak dibayar hanya diganti ongkos transportasi truknya yang mengangkut barang saja," kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Dia menambahkan, saat pembayaran, pelaku dan kawan-kawannya menghindar, tapi barang disuruh menurunkan. Dan barang yang diangkut sebanyak dua truk dan disusul tiga truk lainnya. Yang pertama tiba, barang sak jumbo diangkut oleh dua truk. Pelaku kemudian mengancam kalau yang tiga truk tidak sampai juga, barang tidak dibayar.

"Akhirnya oleh korban tiga truk diminta menyusul ke lokasi dan menurunkan barang sak jumbo tersebut. Tapi oleh pelaku dan kawan-kawan, tetap saja berbelit dan tidak mai membayar. Karena merasa ditipu korban lapor ke Polsek Taman dan ditindaklanjuti penangkapan terhadap pelaku," tegas Harris.

Akibat kejadian ini, korban merasa dirugikan senilai Rp 233 juta. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 55, 56 Jo 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. "Tiga pelaku yang masih buron, terus dikejar oleh anggota yang sudah mengantongi identitas para pelaku," paparnya. (omu/udi)



Berita Terkait