Berita Metro

Selasa, 09 Januari 2018  22:47

Bawa Sabu 1,2 Kg, Dua Penumpang Pesawat Diamankan

Bawa Sabu 1,2 Kg, Dua Penumpang Pesawat Diamankan
SIDOARJO (BM) - Tim Satgas Bandara Internasional Juanda menggagalkan penyelundupan sabu-sabu yang dibawa dua penumpang pesawat rute Batam ke Surabaya. Mereka tertangkap pada Minggu (7/1) sekitar pukul 11.45 WIB di areal bandara dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak 1,2 kg. 
 
Dua penumpang pesswat tersebut yakni Dedi Saputra (25), warga Desa Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh dan Nasrudin (33), warga Desa Glumpang, Kecamatan Matangkuli Aceh Utara. Mereka berdua diduga pengedar narkoba jaringan Aceh. Sabu seberat 1,2 kilogram yang saat ini diamankan sebagai barang bukti disembunyikan di dalam sepatu.
 
Komandan Lanudal Juanda Surabaya, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana mengatakan, upaya penggagalan terhadap peredaran narkoba terus dilakukan. Upaya ini bukanlah yang terakhir. Menurutnya, bakal ada rencana penyelundupan yang kian terus terjadi. 
 
"Tentunya dengan motif yang berbeda-beda. Kami sebagai penanggung jawab keamanan Juanda, sudah seharusnya mengamankan hal-hal yang berkaitan dengan peredaran narkoba," kata Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana saat merilis kasus upaya penyelundupan sabu di Mako Lanudal Juanda, Selasa (9/1).
 
Lebih lanjut dijelaskan, masing-masing tersangka membawa 600 gram yang dikemas dalam bungkus plastik seberat 100 gram. Jumlah total sebanyak 12 paket. Dalam aksinya, tersangka menyembunyikan barang haram tersebut dalam sepatu.
 
Petugas sempat terkecoh dengan aksi keduanya, barang haram tersebut langsung dipindahkan ke tas ransel usai melewati metal detector. "Jadi, dari sepatu dipindahkan ke ransel. Kebetulan ada petugas yang mencurigai itu akhirnya tersangka langsung kami amankan dan dilakukan pemeriksaan secara mendalam," jelasnya.
 
Dalam menjalankan aksinya, pihaknya menduga ada orang lain yang sedang menunggu barang yang dikirim dari Aceh tersebut. Meski demikian pihaknya sudah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional. "Dari keterangan tersangka, mereka akan menginap di Surabaya. Dan menunggu jemputan untuk mengambil barang tersebut," terangnya. 
 
Dari pengiriman tersebut, masing-masing tersangka dijanjikan uang Rp.4.250.000 juta. "Saat ini, mereka baru mendapat DP saja sebesar Rp.1 juta. Sisanya, akan diserahkan setelah barang itu sampai tujuan," tandasnya seraya menambahkan, kedua tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (cls/udi)
 



Berita Terkait