Berita Metro

Rabu, 25 April 2018  22:08

Baru Empat Bulan, Plengsengan DPUPR Ambrol

Baru Empat Bulan, Plengsengan DPUPR Ambrol
SIDOARJO (BM) -PlengsenganSungai Kedungan, Porong, yang baru selesai dikerjakan akhir 2017 ambrol sepanjang 100 meter. Plengsengan setinggi 1,7 meter itu menggantung di atas air akibat lapisan tanah dasar tergerus air sungai.

Proyek yang bersumber dari dana DAK sebesar Rp 630 juta itu ‘hanyut terbawa’ air sungai setelah ambrol tergerus sungai. Proyek mahal itu seperti onggokan barang tidak berguna.

Plengsengan sebelah selatan sungai Kedungan, itu mirip kertas abu-abu yang meliuk sepanjang 100 meter. Tidak tampak ada perbaikan kembali, sementara kerusakan plengsengan di utara tidak begitu parah.

Direktur CV Putra Daerah, Kikin, selaku kontraktor pelaksana proyek plengsengan menyayangkan adanya pekerjaan pengerukan sungai 2018. Menurutnya, proyek plengsengan sudah selesai dikerjakan akhir 2017.

“Saat penyerahan proyek tak masalah. Tetapi kemudian Dinas PUPR melakukan pengerukan sungai. Akibat ribuan kubik material sungai diangkat ke daratan menyebabkan plengsengan tidak kuat menahan beban akibat bantalan tanah penahannya diangkat ke darat,” ujar lelaki yang masih ada hubungan keluarga dengan salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo itu.

Sementara itu, LSM Gapura Jatim M. Sokran Haris menyoroti menyangkut perencanaan oleh dinas teknis, ULP dan bagian terkait lainnya. Menurut dia, plengsengan itu pasti tidak mampu berdiri bila tanah penahannya tidak ada. Dilihat dulu apakah proyek itu ada fondasinya. ”Fondasinya harus besi. Mestinya normalisasi dikerjakan dulu, setelah itu baru mengerjakan plengsengan,” ujarnya.

Secara terpisah, anggota Komisi C, Nizar menegaskan, agar pemkab berhati-hati menjalankan kegiatan proyek. Karena uang milik rakyat ini bisa digunakan sesuai sasaran. Ia menganggap, perencanaan Dinas PUPR ini kacau, normalisasi seharusnya dilakukan setelah plengsengan. (omu/udi)




Berita Terkait