Berita Metro

Senin, 23 Januari 2017  01:13

Banjir di Jabon Meluas

Banjir di Jabon Meluas
Banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Jabon makin memprihatinkan. Genangan air makin meluas
SIDOARJO (BM) – Banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo makin meluas. Saat ini, genangan air sudah merendam setidaknya enam desa dengan ketinggian berkisar 60 hingga 90 centimeter.
 
Selain hampir setiap hari dihuyur hujan dengan intensitas cukup deras, banjir yang terjadi juga diperparah oleh air laut yang kebetulan sedang pasang. Akibatnya, air dari sungai tidak bisa mengalir ke laut dan kembali menggenangi daratan.

Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah saat mengunjungi lokasi banjir di Kecamatan Jabon mengatakan, persoalan banjir harus dipikirkan dan ditangani bersama. Menurut dia, pemerintah bersama dengan seluruh masyarakat harus mencari solusi terkait pemasalahan banjir.
 
“Posko banjir di masing-masing desa sudah disiagakan BPBD untuk menanggulangi kondisi darurat, bantuan kesehatan sudah diberikan melalui puskesmas.Terkait bantuan logistik, sembako dan air bersih juga sudah didistribusikan ke warga,” ungkapnya.
 
Ditambahkan Saiful, penanganan banjir di pemukiman warga akan dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), BPBD dan SKPD terkait lainnya untuk pemasangan pompa air. 
 
“Dengan pompa air yang disiapkan nantinya akan menyedot air dan selanjutnya dibuang ke Kali Porong. Selain itu, pintu air yang berada di sekitar lima desa yang terendam banjir akan ditutup,” jelas Bupati.
 
Sebelumnya BPBD Sidoarjo telah menetapkan status tanggap darurat untuk wilayah Kecamatan Jabon. Status itu diberlakukan lantaran sudah lebih dari sepekan air masih merendam enam desa di wilayah perbatasan Sidoarjo dan Pasuruan itu.
 
Kenaikan status itu ditetapkan setelah BPBD Sidoarjo rapat dengan dinas kesehatan dan PUPR. ”Awalnya, seluruh wilayah di Sidoarjo siaga bencana. Sekarang khusus untuk Jabon statusnya tanggap darurat,” jelas Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito
 
Saat ini, lanjut Dwijo, BPBD telah menyalurkan sejumlah logistik. Di antaranya, obat-obatan, makanan, kantong pasir atau sand bag untuk membendung air, serta mantel. Juga ketersediaan air bersih. Dinkes bertugas menyediakan obat serta dokter. Warga yang sakit akan mendapatkan penanganan di Puskesmas Jabon.
 
“Kebutuhan lain yang harus disiapkan adalah tempat evakuasi bagi warga. Hal itu diperlukan sebagai antisipasi adanya banjir susulan. Sebab, Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan,”pungkasnya.
 
Sementara itu, Kepala Desa Kupang Suryadi menjelaskan, banjir kali ini jauh lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.Ada enam desa yang terendam akibat banjir ini. “Desa kupang termasuk yang paling parah selain desa Tambak Kalisogo, Semambung dan Kedungpandan,” ungkapnya.
 
Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Sidoarjo Kota, Minggu (22/1) sore, menyebabkan beberapa ruas jalan terendam. Sebuah pohon di lingkar barat Sidoarjo juga tumbang hingga menutup separo lebih badan jalan.
 
PAntauan di lapangan, genangan air akibat hujan deras itu di antaranya terjadi di depan Perumahan Pondok Mutiara Sidoarjo hingga depan Lippo Plaza. Ketinggian genanga air di tempat itu sampai separo ban mobil hingga sempat menyebabkan terjadinya kemacetan. (cls/udi)



Berita Terkait