Berita Metro

Selasa, 07 Maret 2017  19:50

Heboh Cuitan Ernest Prakasa Soal Zakir Naik

Heboh Cuitan Ernest Prakasa Soal Zakir Naik
Ernest Prakasa
JAKARTA (BM) – Cuitan Ernest Prakasa yang menyoal pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan Ustaz Zakir Naik berbuntut panjang. Bukan hanya mendapat sorotan di media sosial, namun Ernest juga mendapat ‘sanksi’ dari PT Sindo Muncul. Produsen jamu Tolak Angin itu tak memperpanjang kontraknya.
 
PT Sido Muncul memutuskan tidak memperpanjang kontrak Ernest Prakasa yang menjadi bintang iklan produk Tolak Angin. Keputusan ini diambil karena Sido Muncul merasa dirugikan citranya karena cuitan Ernest Prakasa yang menyoal Zakir Naik.
 
"Ernest ini kontraknya dengan kami bulan depan sudah habis, kita tidak perpanjang. Kalau pun misalnya kontraknya masih panjang sama kami, akan saya setop, pertama karena permasalahan ini, selain itu kami juga ingin mencari ide baru," ujar Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat kepada wartawan di Jl Cipete Raya, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).
 
Sido Muncul terkena imbas negatif cuitan Ernest terkait munculnya hashtag #boikottolakangin. Ernest sudah menyampaikan permohonan maaf atas kicauannya di twitter yang menyoroti soal penyumbang dana ke organisasi ISIS.
 
Belakangan Ernest menyampaikan maaf karena memposting sumber rujukan yang terlalu cepat dipercaya.
Sido Muncul ditegaskan Irwan selalu membuat perjanjian dengan bintang iklan. Dalam perjanjian itu ditegaskan kewajiban bintang iklan untuk menjaga norma-norma etika dan kesusilaan.
 
"Apa yang dilakukan Ernest enggak ada hubungannya dengan kami. Memang bisa terjadi sesuatu, tapi kalau terjadi bukan tanggung jawab perusahaan," ujar Irwan.
 
Di linimasa kini muncul hashtag #MaafkanErnestPrakasa. Netizen rupanya banyak yang membahas isu soal Ernest ini pasca cuitan minta maafnya yang sempat memicu seruan boikot salah satu produk yang dibintanginya.
 
Cuitan Ernest Prakasa menyoal pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan Ustaz Zakir Naik dinilai telah berdampak negatif ke PT Sindo Muncul. Kritik Ernest soal Zakir Naik membuat PT Sido Muncul merasa dirugikan karena berdampak pada citra perusahaan.
 
"Apa yang dilakukan Ernest enggak ada hubungannya dengan kami. Memang bisa terjadi sesuatu, tapi kalau terjadi bukan tanggung jawab perusahaan," ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat kepada wartawan di Jl Cipete Raya, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).
 
Imbas ke Sido Muncul tersebut bermula dari munculnya hashtag #boikottolakangin. Sebagaimana diketahui, Tolak Angin merupakan produk Sido Muncul.
 
Irwan mengatakan, PT Sido Muncul sebagai produsen Tolak Angin menurut Irwan selalu membuat perjanjian dengan bintang iklan.Dalam perjanjian itu ditegaskan kewajiban bintang iklan untuk menjaga norma-norma etika dan kesusilaan.
 
"Ada perjanjian dengan bintang iklan, harus menjaga norma-norma kesusilaan, tidak boleh menimbulkan keresahan. Dengan kejadian seperti ini, jadi kami akan menulis lebih lengkap lagi (perjanjiannya) agar nanti kalau ada masalah tidak menyangkut perusahaan," terangnya.
 
Kasus terkait pribadi bintang iklan produk Sido Muncul bukan pertama kali. Karena itu Sido Muncul akan melakukan perbaikan ke depan.
 
"Kami concern cuma satu, yaitu bisnis. Kedua nilai-nilai lain yang bisa membangun negeri ini. Kalau membangun keresahan kita tidak ikut," tuturnya.
 
Irwan menyebut pihaknya tidak pernah membatasi penggunaan media sosial para bintang iklan. Namun tetap norma etika dan kesusilaan dijaga.

"Saya secara pribadi tidak menghalangi demokrasi dalam medsos, tapi paling tidak jangan menimbulkan keresahan, kalau menimbulkan keresahan kita tidak ikut-ikutan," tuturnya.
 
Terkait kasus cuitan tentang Zakir Naik, Irwan menyebut Ernest sudah menyampaikan permintaan maaf. Ernest mengaku sudah menyesali perbuatannya yang berdampak buruk bagi Sido Muncul.
 
"Ernest sudah menghubungi saya. Dia minta maaf ke saya, ke secara pribadi sudah. Dia mohon maaf, gara-gara pernyataannya menyusahkan Sido Muncul. Karena berita-berita yang muncul kan menyerang tolak angin. Jadi dengan ini saya berharap masyarakat memahami, saya juga menyesali hal ini. Kritikan ini juga bukan sesuatu yang kami inginkan," jelas Irwan.
 
Ke depan perusahaan akan membuat perjanjian dengan bintang iklan secara lebih terperinci. Penggunaan media sosial juga akan menjadi perhatian serius yang 'diverifikasi' sebelum memilih seseorang untuk menjadi bintang iklan produknya.
 
"Ke depannya brand ambassador ini, kami akan mencermati postingan-postingannya. Ini akan menjadi masukan untuk saya, postingan, twitter, instagram, nanti dalam kontrak akan kita atur semuanya. Jadi nanti akan kita buat yang lebih lengkap, sampai mereka tahu batas-batasnya apa saja, akan kita perinci yang menimbulkan keresahan itu poin-poinnya seperti apa, biar jelas, ujar Irwan.
 
Ernest sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas kicauannya di twitter tentang pertemuan Wapres JK dengan ulama kondang asal India ustaz Zakir Naik. Ernest menyampaikan klarifikasi terkait alasannya memberikan tweet tersebut.
 
Dalam tweetnya, Ernest sempat mengkritik pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan Ustaz Zakir Naik. Dengan menyebutkan sumber rujukan, Ernest menyebut Ustaz Zakir Naik sebagai penyumbang dana ke organisasi ISIS. Dengan memberikan sumber yang diambilnya, Ernest mengaku salah dengan terlalu cepat mempercayai sumber tersebut.
 
"Berkaitan dgn twit saya ttg Zakir Naik & ISIS, berikut adalah salah satu artikel yg saya kutip:," tulis Ernest dalam akun twitternya @ernestprakasa.
 
Akan Diperiksa
Sementara itu, Polda Metro Jaya akan memeriksa dugaan bentuk hinaan komedian pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Ernest Prakasa yang menyebarkan fitnah dai internasional, Zakir Naik mendanai ISIS dan menghina Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.
 
"Nanti kita lihat ya, nanti kita cek bagaimana itu (kasusnya)," ujar Argo, Selasa (7/3).
Jika nanti memang ditemukan ada pelanggaran UU ITE dalam twit Ernest tersebut, maka kata Argo, pihaknya akan melakukan tindakan seperti halnya kasus Buni Yani yang juga dijerat dengan UU ITE.
 
"Ya nanti bagaimana fakta hukumnya kita cek ya (apakah sama dengan kasus Buni Yani)," kata mantan Kabid Humas Polda Jatim tersebut.
 
Sebelumnya, Ernest memang dianggap menyebarkan fitnah karena menyatakan Zakir Naik telah mendanai ISIS. Bahkan, diduga pemain film 'Cek Toko Sebelah' tersebut menghina Wapres Jusuf Kalla lantaran menemui Zakir pada Sabtu (4/3) malam.
 
"JK dgn hangat menjamu Zakir Naik, org yg terang2an mendanai ISIS. Sulit dipahami,” tulis Ernest di akun Twitter-nya @ernestprakasa.
 
Ernest menyatakan Zakir Naik mendanai ISIS berdasarkan berita dari Dailymail berjudul “Controversial preacher Zakik Naik’s banned Islamic organisation ‘gave Rs 80,000 to ISIS recruit who planned Republic Day terror attck’ pada 22 November 2016. 

“Gw kasih screen capture udah, link berita udah. Klo ga mau percaya ya gapapa. Tp klo blg gw asal njeplak, itu lo bth vocer isi ulang IQ,” kata Ernest. (rep/det/tit)



Berita Terkait