Berita Metro

Selasa, 28 Maret 2017  19:59

Ridho Rhoma Resmi Ditahan

Ridho Rhoma Resmi Ditahan
Ridho Rhoma
JAKARTA (BM) - Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto mengatakan bahwa penyanyi dangdut Ridho Rhoma sudah resmi masuk masa penahanan. "(Ridho) Sudah memasuki masa penahanan 20 hari. Terhitung hari ini (kemarin, red)," ujar Suhermanto di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (28/3/2017).
 
Hingga kini, proses penyidikan masih berlangsung karena seorang tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) belum tertangkap.
 
Suhermanto menambahkan, selanjutnya Ridho akan menjalani proses assessment yang akan dilakukan oleh Tim Assessment Terpadu dari BNN.
 
Assessment ini bertujuan mengetahui tingkat ketergantungan seorang pecandu narkoba untuk selanjutnya diputuskan apakah pengguna butuh direhabilitasi atau tidak.
 
"Kita udah cek darah kemarin. Dari hasil urine sementara kemarin sudah diketahui ada amphetamine, methamphetamine, dan benzodiazepine," kata Suhermanto lagi.
 
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 2011, dalam proses penyidikan, tersangka yang dikategorikan sebagai pengguna dan mendapatkan rekomendasi dari Tim Assessment Terpadu dapat dititipkan di panti rehabilitasi. 
 
Proses assessment rehabilitasi narkoba ini pun diajukan kuasa hukum Ridho, yakni Krisna Murti. "Kemarin kan berniat mengajukan rehab, karena ditemukan cuma 0,7 gram. Kami ajukan assessment," kata Krisna ketika tiba di Mapolres Jakarta Barat, Minggu (26/3/2017).
 
Soal Ridho akan direhabilitas atau tidak, semua itu tergantung hasil assessment yang akan disahkan melalui putusan pengadilan. Namun, apabila Ridho masuk ke panti rehabilitasi, proses hukum dan pidana akan terus berjalan.
 
Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan sabu seberat 0,7 gram dalam paper bag warna coklat yang disimpan di jok depan kiri mobil Honda Civic yang ditumpangi Ridho. Selain itu, ditemukan pula alat isap jenis bong.
 
Ingin Kurus
Sementara itu, penasehat hukum Ridho Rhoma, Ismail Ramli, mengatakan kliennya mengonsumsi sabu karena ingin memiliki bentuk badan yang kurus. Namun, ia enggan melanjutkan penjelasannya lebih detil alasan Ridho ingin menurunkan berat badan.
"Dia menyatakan menyesal. Kenapa dia pakai itu (sabu, red)? Kan mau turunin berat badan tapi salah cara," kata Ismail di Mapolrestro Jakarta Barat, Selasa (28/3/2017).
 
"Sudah-sudah jangan (beri, red) pertanyaan itu (Ridho pakai sabu karena ingin kurus)," imbuh dia.
Ismail melanjutkan, keterangan terkait kliennya memakai narkoba sejak dua tahun lalu tak berarti kliennya pecandu berat.
"Sebenarnya bukan dalam waktu dua tahun berturut-turut (pakai narkoba, red). Tapi kemungkinan dua tahun lalu pernah coba dan belakangan coba lagi. (Jenis narkobanya) Bukan sabu tapi yang lain," sambung dia.
 
Banyak Job
Tertangkapnya Ridho Rhoma mengejutkan banyak pihak. Padahal sebelum ditangkap polisi, Ridho Rhoma tengah sibuk promo single terbarunya berjudul ‘Mengapa’.
 
Malah beberapa waktu lalu, musisi berusia 28 tahun itu telah menyelesaikan syuting video klipnya.
"Iya rame (job), kan lagi promo lagu barunya. Ya semuanya so far sih kami masih nunggu penyidikan, pokoknya kami berdoa yang terbaik," ujar manajer Ridho, Tanti di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (27/3).
 
Meski begitu, sejauh ini soal kontrak kerja Ridho Rhoma, sang manajer masih menunggu proses penyidikan.
 Tanti juga mengatakan beberapa pekerjaan Ridho terpaksa ditunda. "Pasti tertunda, menunggu yang terbaik. Yang jelas dia sebelumnya sudah menjalankan kewajibannya, dalam arti promo lagu terbaru. Cuma sekarang lagi kesandung masalah ini," ungkap Tanti.
 
Tanti sama sekali tak menyangka jika artisnya bakal terjerat narkoba. Namun ia memohon doa agar masalah Ridho Rhoma cepat terselesaikan. "Doain ajalah yang terbaik. Pokoknya semua udah ditanganin," tutur manajer Ridho Rhoma tersebut. (tri/det/tit)



Berita Terkait