Berita Metro

Senin, 08 April 2018  22:11

TPA Seboro Dikonsep Taman Konservasi

TPA Seboro Dikonsep Taman Konservasi
PROBOLINGGO (BM) - Perwajahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Seboro di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, berangsur-angsur dibuat indah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengonsep tempat itu menjadi taman konservasi.
 
Berdasarkan pantauan di lapangan dan penuturan petugas di TPA itu, banyak hadir jenis burung-burung liar yang umumnya ada di perkotaan. Di antaranya burung Kutilang, Wiwik Kelabu, Tekukur Biasa, dan Blekok sawah atau jenis Kuntul lainnya.
 
Kepala Seksi Pemrosesan Sampah pada DLH Kabupaten Probolinggo, Achmad Ubaidillah mengatakan, zona pasif yaitu lokasi penimbunan sampah yang sudah penuh, telah banyak dilakukan penghijauan. Begitu juga beberapa sudut TPA yang memungkinkan dilakukan penghijauan. “Sudah ada tanaman Angsana yang banyak di pinggiran tangkis sebagai tanaman peneduh saja supaya tidak gersang. Bulan lalu ditanami buah-buahan dan pohon trembesi,” jelasnya.
 
Selain itu, ada larangan pemburuan satwa terutama burung di lokasi TPA karena memiliki sifat simbiosis mutualisme dengan proses penguraian sampah. Dengan demikian, bisa dikatakan memiliki nilai konservasi.

Ditambahkan operator TPA Seboro Muhdar, simbiosis yang dimaksud yakni burung memakan ulat yang ada di sampah dan sisa-sisa makanan seperti biji-bijian. “Sementara burung-burung itu akan menjatuhkan kotorannya pada sampah, yang di dalamnya ada bakteri untuk membantu mengurai sampah menjadi tanah kompos,” ujarnya.
 
Selain itu, konsep tersebut bisa mempercepat penghancuran sampah anorganik seperti plastik karena zat kimia yang terkandung dalam kotoran burung tersebut. Sistem tersebut berbeda dengan TPA di daerah lain. “Kalau di TPA lain pakai produk cairan kimia untuk menguraikan sampah, sementara kami alami dari peran burung-burung yang datang,” terangnya. (sip/udi)
 



Berita Terkait