Berita Metro

Senin, 09 April 2018  17:20

Satu Keluarga Terbakar di Tengah Ladang, Satu Bocah Meningga

Satu Keluarga Terbakar di Tengah Ladang, Satu Bocah Meningga
Jasad Faris korban luka bakar saat di kamar mayat rsud dr Mohammad Salah kota Probolinggo.

PROBOLINGGO (BM) - Nasib tragis dialami oleh keluarga Siham, warga Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak terbakar ditengah lahan jagung. Akibat kebakaran itu, Ibu dan anak kritis dan harus dilarikan ke RSUD dr Mohammad Shaleh Kota Probolinggo, Senin (9/4).

Suliha (35) ditemukan terbakar bersama anaknya yang bernama Faris yang masih berusia 17 bulan oleh suaminya sendiri, Siham (45) ditengah ladang jagung yang tidak jauh dari rumahnya.

Menurut Toha paman korban, peristiwa tersebut diketahui oleh Siham, suami korban saat pulang mencari rumput. Karena istri dan anaknya tidak ada dirumah, suami korban mencarinya di ladang, dan melihat ada asap ditengah ladang jagung yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah didekati, ternyata asap itu berasal dari tubuh istri bersama anaknya yang telah terbakar kobaran api.

Begitu Siham mengetahui istri dan anaknya terbakar, dia berupaya untuk menolong, walaupun ikut terbakar kedua tangannya. Setelah menolong istri dan anaknya, Siham langsung menghubungi mertuanya, Ibu Arsum (orang tua korban) dan saudara saudaranya.

Kedua korban (Suliha bersama anaknya) langsung dibawa ke Puskesmas Leces. Karena kondisi luka bakar yang cukup serius, kedua korban dikirim ke RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan pertolongan medis, sementara Siham suami korban dirawat di Puskesmas Leces.

Namun nahas, Faris, anak korban yang masih umur 17 bulan tersebut setelah dilakukan tindakan medis di UGD RSUD Dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo nyawanya tidak bisa tertolong, karena mengalami luka bakar yang cukup serius disekujur tubuhnya.

Keluarga korban langsung menangis histeris melihat Faris yang sebelumnya bercanda gurau dengan keluarga, akhirnya membisu untuk selamanya.     

Sampai sejauh ini, ibu korban dalam kondisi kritis dengan luka bakar juga hampir sekujur tubuhnya.

Sementara itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Probolinggo yang tiba di rumah sakit langsung mengumpulkan bukti - bukti dan memastikan kondisi kedua korban, termasuk suami korban yang konon mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan korban.

Hingga berita ini di tulis pihak Kepolisian setempat masih melakukan olah TKP, dan belum mengetahui secara pasti penyebab terbakarnya ibu dan anak balita tersebut.

Terkait dengan peristiwa tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad saat dikonfirmasi wartawan melalui telephone selulernya mengatakan, “Polisi saat ini masih melakukan olah TKP, melakukan penyilidikan, dan belum bisa memastikan penyebab terbakarnya kedua korban”, ungkapnya singkat.

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 30 meter dari rumah korban, tepat berada di tengah area tanaman jagung yang berumur 2 bulan, di Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces. Dari tempat itu, polisi menemukan sisa sisa kain untuk menggendong bayi yang ludes terbakar. Polisi juga menemukan korek api dan sandal milik korban. (sip/sua/tit)

 

 




Berita Terkait