Berita Metro

Senin, 18 Desember 2017  21:52

Ditilang Ngoceh di FB, Warga Probolinggo Diciduk Tim Cyber

Ditilang Ngoceh di FB, Warga Probolinggo Diciduk Tim Cyber
PROBOLINGGO (BM) – Lantaran ngoceh di Facebook (FB), SF (22), warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, harus berurusan dengan Tim Cyber Satreskrim Polres Probolinggo.
 
Dia diciduk Tim Cyber lantaran postingan SF melalui facebook yang dianggap mengandung ujaran kebencian (hate speech) bermula saat janda dengan satu anak itu ditilang polisi, karena tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) pada Jumat (15/12). Saat itu, Satalantas Polres Probolinggo tengah menggelar razia kendaraan di jalur pantura Pajarakan.
 
Kesal ditilang polisi, melalui akun ‘Ferdy Damor’ di facebook, tersangka mengungkapkan kekesalannya. Dalam postingan pukul 06.21 WIB, tersangka menulis “Jancook, polisi kurang badook..isuk isuk kena tilang”. Pada pukul 11.21 WIB, tersangka kembali memposting tulisan berbunyi  “Pekerjaan polisi lok tanggal tua ea kayak gtu…suka nongrkong d jalan…”
 
“Tersangka kami amankan karena postingannya di media sosial mengandung ujaran kebencian kepada Polri, tersangka kami amankan di rumahnya bersama surat tilang dan bukti postingan di media sosial,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto kepada wartawan, Senin (18/12).
 
Tersangka, menurut Riyanto, melanggar pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (1) UU RI tahun 2008 tentang informasi dan transaksi eletronik. “Ancaman pidananya maksimal 6 tahun penjara dan denda satu miliar,” terang mantan KBO Reskrim Polres Pasuruan ini.
Sementara tersangka saat menjalani pemeriksaan di ruang tindak pidana tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Probolingggo mengaku menyesal, bahkan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Menurutnya, postingan di medsos ia lakukan secara refleks, karena emosi.
 
“Saya menyesal, saya meminta maaf kepada anggota Polri se-Indonesia atas postingan saya. Saya janji tak akan mengulanginya lagi, waktu itu terbawa emosi,” ujar perempuan yang bekerja di sebuah pabrik tekstil ini seraya tertunduk. (sip/udi) 
 



Berita Terkait