Berita Metro

Rabu, 16 Mei 2018  17:20

Di Pesantren, Forkopimda Kabupaten Probolinggo Kecam Teroris

Di Pesantren, Forkopimda Kabupaten Probolinggo Kecam Teroris
KECAM : Forkopimda Kabupaten Probolinggo mengecam dan mengutuk keras aksi teroris yang terjadi akhir-akhir ini. (BM/Saifullah)
PROBOLINGGO (BM )- Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) Kabupaten Probolinggo bersama elemen masyarakat dan santri mengecam dan mengutuk keras aksi teroris yang terjadi akhir-akhir ini.
 
Deklarasi berupa kecaman itu berlangsung di Ponpes Raudlatul Jannah Desa Klaseman Kecamatan Gending, diikuti Pj Bupati R, Tjahjo Widodo, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, Kapolres Probolinggo kota AKBP Alfian Nurizal, Ketua KPU dan Panwaslu, Rabu (16/5).

Isi deklarasi tersebut" Bismillahirrahmanirrahim, Kami Semua yang berkumpul disini, mengutuk keras aksi-aksi terorisme dan radikalisme yang mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyamanan  kehidupan Masyarakat. Terorisme dan Radikalisme, musuh kita bersama, kapan saja dan dimana saja".
 
Pj Bupati Probolinggo Tjahjo Widodo  menyampaikan Rasa Belasungkawa dan Turut Berduka Cita Yang Sedalam-Dalamnya Terhadap Para Korban Serangan Teror Bom di Beberapa Gereja di Surabaya.
 
"Kami turut belasungkawa atas meninggalnya para korban atas serangan teror Bom,"jelasnya.
 
Pihaknya juga mendukung Pelaksanaan Ibadah Sesuai Agama dan Kepercayaan dengan tenang dan khidmat khususnya di Kabupaten Probolinggo. 

"Kami Mengajak seluruh umat  beragama untuk tetap bersatu dan tidak tepancing upaya adu domba antar agama,"pesan Pj Bupati.
 
Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad menghimbau kepada masyarakat untuk tenang namun tetap waspada.

"Kami (Polres Probolinggo) bersama aparat terkait lainnya akan melaksanakan pengamanan lebih ekstra dengan sering melakukan patroli ditempat-tempat ibadah dan lain-lain untuk memantapkan keamanan di Kabupaten Probolinggo ini,"akunya.

Selain itu, Kepolisian juga akan lebih mempertajam fungsi 3 Pilar dari tingkat Kabupaten hingga tingkat desa untuk melaksanakan koordinasi dan patroli-patroli.

"Sebagai upaya melakukan pencegahan dini dan deteksi dini hingga keseluruh pelosok desa di Kabupaten Probolinggo,"pungkasnya. (adv/sip).



Berita Terkait