Berita Metro

Kamis, 11 Agustus 2019  14:36

Bisnis Prostitusi Online Dibongkar Polres Probolinggo

Bisnis Prostitusi Online Dibongkar Polres Probolinggo
Polisi mengamankan satu orang wanita yang dijual pada lelaki hidung belang. (BM/Saifullah)
PROBOLINGGO (BM) -  Polres Probolinggo berhasil membongkar keberadaan Prostitusi Online yang selama ini bekerja secara diam-diam diwilayah hukumnya. 
 
Dia itu ialah Rudi Hartono (36) warga Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo sebagai mucikarinya. Sedangkan wanitanya ialah SI (19) warga Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. 
 
Keduanya diamankan di hotel daerah Kecamatan Dringu di Kabupaten Probolinggo atau yang biasa di kenal dengan hotel batas kota.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan keduanya berawal dari informasi yang diterima oleh pihak kepolisian, sehingga untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, polisi menyamar sebagai pelanggannya.
 
"Pesannya melalui via WhatsApp (WA). Ketika sudah masuk kamar, kami langsung melakukan penangkapan," kata Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto, Minggu (11/8) pagi.
 
Untuk operasi prostitusi online tersebut, lanjut pria asal Japanan Pasuruan ini, sudah beroperasi sejak satu tahun yang lalu.
 
"Dari satu tahun tersebut ini, si muncikari sudah menerima pelanggan sebanyak tiga kali dengan tarif yang berbeda-beda," terang Kapolres.
 
Dari penggerebekan tersebut, Unit PPA menyita dua handphone, sebuah dompet berisi uang Rp 800 ribu, serta uang Rp 50 ribu. Dari hasil pemeriksaan, Sa mengaku sudah diminta melayani pelanggan RH sebanyak tiga kali. Namun penyidik meyakini bahwa RH sudah lama menjalankan bisnis esek-esek itu.
 
Akibat perbuatannya, muncikari terancam hukuman 1 tahun 1 bulan karena melanggar pasal 296 KUHP Jo  pasal 506 tentang dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain.
 
"Ancaman hukumannya satu tahun empat bulan. Jadi untuk sementara ini kami amankan satu sebagai saksi dan satunya sebagai tersangka,"pungkasnya. (sip)



Berita Terkait