Berita Metro

Minggu, 01 April 2018  19:11

Prabowo Didesak Ungkap Elite Goblok dan Maling

Prabowo Didesak Ungkap Elite Goblok dan Maling
Prabowo Subianto

Jakarta (BM) – Belum reda polemik pidato ‘Indonesia Bubar 2020’, kini Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kembali membuat pernyataan yang kontroversial dan memicu polemik di kalangan elit. Dalam pernyataannya Prabowo menyebut elite di Indonesia banyak yang goblok dan bermental maling. Spontan, beragam tanggapan pro-kontra mencuat ke permukaan.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menilai pernyataan Ketum Gerindra Prabowo itu sebagai hal yang berlebihan. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kinerja pemerintahan saat ini.

"Pernyataan tersebut berlebihan dan tidak layak. Justru saat ini yang terjadi sebaliknya pemerintah sedang bekerja keras dengan hasil-hasil yang terukur dan diakui dunia," ujar Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sabtu (31/3/2018).

Johnny mengatakan, tidak tahu menahu soal siapa sosok yang elite yang disebut goblok dan bermental maling oleh Prabowo. Dia menilai pernyataan Prabowo hanya retorika semata tanpa adanya solusi nyata.

"Sejauh ini belum ada gagasan ataupun yang hebat yang ditawarkan ke publik oleh beliau, selain dari fitnah dan kritik yang tidak berdasarkan fakta dan data, gagasan ataupun program," kata Johnny.

Partai Demokrat juga menanggapi apa yang disampaikan mantan Danjen Kopassus tersebut. Untukmemperjelas pernyataan itu, Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi menantang agar Prabowo mengungkap siapa elite yang dimaksud.

"Oleh karenanya Prabowo agar tidak dibilang ngawur dan sembarangan, sebut saja siapa-siapa elite-elite penipu yang dimaksudnya. Sebut saja langsung dan bila perlu buka dosa-dosa para elite penipu tersebut. Kalau hanya sekadar menuduh tanpa bisa membuktikan maka integritas dan nama baik Prabowo jadi pertaruhan," ujar Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi, Minggu (1/4/2018).

Didi mengatakan seharusnya Prabowo dapat membongkar nama elite yang dimaksud. Sebab jika tidak, hal itu akan menimbulkan polemik berkepanjangan.

"Kalau menuduh elite haruslah jelas, elite yang mana yang dimaksud Prabowo penipu tersebut. Tidak bisa Prabowo menuding semua elite Jakarta adalah penipu. Itu tuduhan yang sembarangan dan akan membuat banyak orang akan antipati pada Prabowo. Andai yang dimaksud pimpinan di Jakarta yang katanya penipu tersebut. Sebutkan saja siapa orangorang itu. Kami akan dukung sepenuhnya jika didukung bukti-bukti yang kuat," jelas Didi.

Bahkan, Didi menyarankan agar Prabowo dapat menempuh langkah hukum apabila memegang bukti soal keterlibatan elite tersebut yang menyebabkan kesenjangan ekonomi.

"Segera buka saja siapa elite-elite Jakarta yang penipu tersebut. Kami menunggu dan akan dukung sepenuhnya apabila elite-elite penipu itu bisa diungkap. Jangan hanya sekadar omongan, tetapi ayo buktikan! Selanjutnya seret mereka pada proses hukum!" tegas Didi.

Begitu juga dengan Partai Hanura. Ketua Fraksi Hanura di DPR RI, Inas Nasrullah Zubir meminta Prabowo menunjuk langsung elite yang dia maksud.

"Kalau dia gentleman, tunjuk hidung saja, siapa yang dimaksud elite yang maling itu? Siapa? Kalau nggak berani, tutup mulut saja, mingkem," ujar Inas, Minggu (1/4/2018).

Inas pun mengatakan dirinya teringat dengan pernyataan Prabowo di tahun 2004, yang bicara mengenai strategi. "Saya ingat, ketika Pak Prabowo mau capres, dia mengatakan 'Rampoklah tetanggamu yang sedang kesusahan'. Dia bilang itu strategi. Itu kan strategi maling. Jadi kalau Prabowo punya strategi maling, lantas dia teriak maling. Ini bagaimana? Artinya maling teriak maling," jelas Inas.

Inas juga mengatakan, tudingan elite maling yang disampaikan Prabowo itu belum tentu kebenarannya. Maka dari itu dia meminta Prabowo menunjuk langsung siapa elite yang dia maksud.

"Jadi tunjuk hidung saja, siapa yang dia maksud," tambahnya.

Golkar juga menyampaikan hal yang sama. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menantang Prabowo untuk berani mengungkap siapa elite 'goblok bermental maling' yang disebutnya itu. Sebab menurutnya, pernyataan Prabowo seperti orang yang sembarang menuduh tanpa ada bukti.

"Lebih baik Pak Prabowo tunjuk hidung saja siapa elit Pimpinan yang dimaksud. Jangan menuduh orang tanpa jelas batang hidungnya. Ini seperti mengeluarkan jurus mabuk yang tak jelas mau menembak siapa," kata Ace, Minggu (1/4/2018).

Sementara itu, PDIP pernyataan Ketum Partai Gerindra itu sebagai sebuah kritik untuk dapat berintrospeksi.

"Saya nilai kritik reflektif dan introspektif. Pesan untuk kaum elit dan siapa pun yang berada di atas. Memang muncul kesadaran baru, salah satu persoalan terberat peradaban politik adalah kerakusan dan kemunafikan," ujar Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno, Sabtu (31/3/2018).

Meski demikian, Hendrawan menunggu bukti konkret dari Prabowo mengenai adanya elite yang bermain dan meyebabkan terjadinya ketimpangan ekonomi. Hendrawan juga menanggapi soal pernyataan Prabowo bahwa dirinya adalah elite yang sudah bertobat.

"Bila Prabowo sudah benar-benar tobat, harus kita acungi jempol. Kita tinggal menunggu bukti dari sepak terjang dirinya dan garda pendukungnya. Termasuk kader-kader yang sedang menduduki posisi-posisi penting di DPR. Jadi satu kata dan perbuatan," jelas Hendrawan.

Bagi Gerindra sendiri, apa yang disampaikan oleh ketua umum mereka itu adalah bentuk bentuk sikap jujur mengenai perilaku para elite di masyarakat. Dikatakan Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, pernyataan Prabowo itu adalah peringatan terhadap tujuan reformasi dilakukan di Indonesia

"Pernyataan Pak Prabowo dimaksudkan supaya elite masyarakat Indonesia ingat kembali tentang makna reformasi yang diharapkan masyarakat," kata Ferry, Minggu (1/4/2018).

Ferry menambahkan, apa yang dilakukan Prabowo tersebut bertujuan untuk kebaikan. Meski yang disampaikan tersebut adalah sebuah kepahitan mengenai kondisi bangsa.

"Apa yang disampaikan Pak Prabowo adalah sebuah sikap yang jujur dan tujuannya menyampaikan sesuatu yang baik dan meskipun pahit. Tetapi harapannya adalah kita semua bisa menjadi lebih baik," katanya.

"Sebagai pemimpin, beliau harus menjadi penerang dan penjelas bagi sesuatu yang sulit dijelaskan oleh orang kebanyakan," tambahnya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, pernyataan Prabowo tersebut harus dilihat betul konteksnya. Jika dikaitkan dengan kondisi bangsa saat ini, maka apa yang disampaikan mantan Danjen Kopassus tersebut adalah sebagai 'wake up call' alias pengingat.

"Saat bangsa dililit hutang, korupsi jalan terus dan saat yang sama pemerintah diam artinya semua dianggap tidak darurat. Padahal kondisi bangsa seperti hendak tenggelam. Jadi pernyataan Prabowo adalah wake up call. Mengingatkan semua akan serius dan beratnya masalah," kata Mardani, Minggu (1/4/2018).

Mardani menambahkan, perkataan 'goblok' yang disampaikan Prabowo bermakna para elite tidak mampu menyelesaikan masalah. Sementara kata 'maling' merujuk pada banyaknya aset bangsa yang terus hilang.

"Goblok artinya tidak mampu menyelesaikaan masalah. Maling artinya milik bangsa terus hilang. Melihat banyak kondisi bangsa saat ini, pernyataan itu benar," katanya.

Sebelumnya, Prabowo menyebut adanya ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan yang di Indonesia saat ini. Ini disebabkan oleh kalangan elite yang rakus.

"Jangan - jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya," ujar Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna Istana Kana Cikampek, Sabtu (31/3/2018).

 

Ungkap Sosok Elite

Anggota Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Uno mengatakan elite yang dimaksud adalah koruptor.

"Ya saya rasa itu sudah cukup jelas ya dan kemarin beberapa kali sudah dipertontokan oleh KPK. Jadi itu adalah bagian dari elite yang betul sudah diberikan amanah, tapi tidak bisa memegang amanah dari masyarakat," kata Sandiaga, di Graha Toton Baho, Jl Pekayon, Bekasi (1/4/2018).

Menurutnya, pejabat terpilih tetapi korupsi merupakan orang yang mengkhianati rakyat. Ucapan Prabowo juga jadi peringatan bagi Sandiaga dan calon pemimpin dari Gerindra lainya yang akan bertarung di Pilkada.

"Ini peringatan buat saya, terutama buat Pak Adi dan juga semua tokoh yang akan dipilih apalagi KPK menyatakan bahwa persentase dari pada elite yang dipilih dalam Pilkada selanjutnya juga tersangkut dan ini kita harus saling mengingatkan," ujar Wagub DKI ini.

Sandiaga memastikan elite goblok yang bermental maling salah satunya koruptor. Oleh karena itu, ia mendukung gerakan anti korupsi.

"Jelas kalau saya bilang itu salah satunya koruptor. Bahwa Pak Prabowo bilang jangan berhenti di sini. Kita harus terus galakkan dukung institusi antikorupsi untuk memastikan negara ini bebas dari korupsi," imbuhnya.

Menurut Sandiaga, salah satu faktor ekonomi tak bertumbuh karena perilaku korupsi. "Kenapa ekonomi kita tidak bergerak juga? Yang dirasakan masyarakat, pembangunan belum ngena karena pemerintahan yang tidak bersih. Yang korup itu mengakibatkan pembangunan ini tidak merata dan tidak menyentuh masyarakat menengah ke bawah sehingga dirasakan lambat dan tidak membuka lapangan kerja masyarakat di tingkat menengah ke bawah," ujarnya.

 

Sudah Tobat

Seperti diketahui, Ketum Gerindra Prabowo Subianto meluapkan ketidaksenangannya terhadap elite. Prabowo menyebut ada elite yang bodoh karena mengesampingkan tujuan mensejahterakan rakyat.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna Istana Kana Cikampek. Dia menyinggung elite yang disebut melanggar Pasal 33 UUD 1945 soal pengelolaan sumber daya alam (SDA).

"Kalau saja kita taat, Indonesia sudah kaya raya," kata Prabowo, Sabtu (31/3/2018).

Ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan yang terjadi saat ini sambung Prabowo disebabkan elite yang serakah. "Jangan-jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya," sambungnya.

Siapa elite yang dimaksud Prabowo? Tidak ada nama yang disebut. Prabowo hanya mengatakan elite tersebut adalah pimpinan.

"Saya juga elite. Bedanya saya elite sadar, sudah tobat dan setia," imbuhnya.

Soal pemimpin ini sempat juga disinggung Prabowo saat berorasi di Soreang, Jumat (30/3). Prabowo menegaskan Indonesia saat ini butuh sosok pemimpin yang baik dan jujur.

"Yang jujur ini repot, yang jujur dan tulus itu ada di rakyat, semakin tinggi dan mendekat ke Jakarta makin jahat, pinter bohong dan pinter nipu. Nipu rakyat," ujar Prabowo. (det/rep/rmo/tit)




Berita Terkait