Berita Metro

Jumat, 08 Maret 2019  18:48

Nelayan di Selatan Jawa Timur Harap Pantau Hidrometeorologi

Nelayan di Selatan Jawa Timur Harap Pantau Hidrometeorologi

SURABAYA (BM) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghimbau seluruh masyarakat mewaspadai potensi fenomena  hidrometeorologi hingga pertengahan Maret. Hidrometeorologi   dimaksud meliputi banjir, rob, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung.


Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Khofifah menerangkan bahwa kondisi tersebut akibat beberapa fenomena atmosfer yang terpantau muncul secara bersamaan. Hal ini membawa dampak meningkatnya potensi curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya Jawa Timur.

 
"Bagi nelayan di wilayah selatan Jawa Timur saya harap  terus  memantau fenomena ini sehingga dapat memastikan keamanan saat melaut, mengingat    BMKG menyebutkan  terdapat potensi gelombang tinggi 2,5 - 4 meter di wilayah Jawa Tinur bagian Selatan ," tuturnya.


Khofifah mengatakan, beberapa hari terakhir wilayah Jawa Timur terus diguyur hujan sedang hingga lebat. Akibatnya, tidak kurang 15 Kabupaten/Kota di Jawa Timur dilanda banjir.


Selain Madiun, 14 kota atau kabupaten lainnya yakni Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten Probolinggo, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lamongan dan Kabupaten Blitar.


"Prioritas Pemprov saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan pengungsi dapat tercukupi dengan baik. Mudah-mudahan banjir segera surut sehingga seluruh pengungsi bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing," tuturnya.

 

Khofifah mengatakan, Pemprov terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah baik Pusat maupun  Daerah yang  terdampak . Ia pun berharap Pemerintah Daerah setempat terus  pro aktif dan sigap dalam upaya penanganan bencana banjir. (Era)



Berita Terkait