Berita Metro

Senin, 18 Desember 2017  20:31

Munaslub Golkar Dihadiri Jokowi-JK, Megawati dan Habibie

Munaslub Golkar Dihadiri Jokowi-JK, Megawati dan Habibie

Jakarta (BM) - Partai Golkar menyelenggarakan munaslub pada Senin (18/12) malam. Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla hadir di Munaslub Golkar bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan BJ Habibie. Menurut jadwal, munaslub akan berlangsung hingga 20 Desember mendatang.

Pantauan di lokasi, JCC, Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017), Jokowi tiba mengenakan batik cokelat sekitar pukul 19.50 WIB. Dia juga didampingi Ketum Golkar terpilih Airlangga Hartarto, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta Menko Kemaritiman yang juga senior Golkar Luhut B Pandjaitan.

Jokowi dielukan kader Golkar saat tiba. Dia hanya membalasnya dengan senyum. Para kader Golkar pun memberikan sambutan hangat dengan tepuk tangan saat Jokowi masuk ke lokasi acara.

Agenda munaslub rencananya hanya mengukuhkan Airlangga sebagai ketum. Namun beberapa kader, seperti Priyo Budi Santoso dan Titiek Soeharto, ingin maju dalam bursa caketum Golkar.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja turut hadir di Munaslub Golkar. Di antaranya Menkum HAM Yasonna Laoly dan Seskab Pramono Anung. Tamu undangan lain antara lain Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum Perindo Hary Tanoe.

Ada hal yang menarik di acara musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar (Munaslub Golkar). Tidak ada kursi VVIP untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, sofa yang semula diduduki Airlangga Hartarto saat pembukaan rapat pimpinan nasional (rapimnas) sudah diganti dengan kursi plastik diberi sarung warna putih, sama seperti kursi untuk peserta munaslub.

"Kursi itu diganti atas permintaan Presiden Jokowi, kata dia ingin setara dengan semua peserta," kata Ketua Organizing Committee Munaslub Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita di lokasi, Senin, 18 Desember 2017.

Dari pantauan, tak ada lagi sofa berjejer di barisan paling depan di ruangan balai pertemuan Jakarta Convention Center. Yang membedakan kursi Jokowi dengan yang lain hanyalah tulisan VVIP dan di depannya ada meja yang dihias dengan bunga.

Presiden Jokowi membuka Munaslub Golkar sekitar pukul 19.30 WIB. Menjelang munaslub, ruangan pertemuan ini sudah disterilkan sejak pukul 16.00. Ruang ini baru dibuka kembali untuk peserta munaslub pukul 18.00.

Sebelum munaslub digelar, telah berlangsung rapimnas di tempat yang sama. Sesuai jadwal, munaslub dihelat pada 18-20 Desember 2017.

Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid, mengatakan ada dua agenda dalam Munaslub Golkar kali ini. Pertama, penyampaian laporan rapat pleno yang digelar Rabu, 13 Desember 2017. Dalam rapat itu, Airlangga Hartato terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Kedua, penyataan politik dari hasil rapimnas yang akan disampaikan dalam pembukaan munaslub. Agenda munaslub malam ini adalah pemilihan dan penetapan pemimpin Partai Golkar serta pembentukan pengurus periode 2014-2019.

Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Zainudin Amali menyebut kondisi partai beringin saat ini tengah terpuruk. Sehingga, sudah benar keputusan pleno DPP yang langsung meminta Airlangga melakukan revitalisasi.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada ketua umum seperti apa kebutuhan yang dibutuhkan untuk konsolidasi organisasi," ujar Amali di sela Rapimnas Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (18/12).

Disinggung soal berapa besar perombakan yang akan dilakukan supaya proses revitalisasi berjalan maksimal, Amali menyebut bisa siapa saja dilepas dari posisi kepengurusan saat ini.

"Keputusan Munas nanti akan menyerahkan revitalisasi kepada ketua umum. Saya sekarang ketua DPP, jika kemudian direvitaslisasi saya tidak masuk (pengurus) ya nggak apa-apa," jelasnya.

Terpenting, kata Amali, bagaimana organisasi partai dapat berjalan dengan baik dan semua kader siap bekerja dengan ikhlas bukan karena mengharap jabatan tertentu.

 

Pergantian Ketum

Sekretaris Dewan Kehormatan Golkar Priyo Budi Santoso mempertanyakan penunjukkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum melalui forum pleno. Ia juga menyinggung perihal penonaktifan Setya Novanto dari jabatan Ketum.

"Saya ingin menanyakan, saya tidak bermaksud mempersoalkan yang sudah ke sana. Saya berkewajiban ingatkan masalah ini, ke depan saya sampaikan kalau kelak suatu hari di periode ke depan seorang ketum bisa dinonaktifkan hanya dengan rapat pleno. Itu mari kita pikirkan," ujar Priyo.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna Rapimnas Golkar di Gedung JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017). Priyo juga menyinggung mekanisme pengangkatan Airlangga melalui forum rapat pleno. Meski begitu, ia menghormati hasil rapat pleno diDPP Golkar 13 Desember kemarin.

"Posisi ketum istimewa, dia satu satunya posisi tunggal yang dipilih secara langsung seluruh peserta munaslub. Kemarin Pak Novanto dipilih berdasarkan munas luar biasa oleh seluruh peserta yang memiliki hak suara, bukan tingkat pusat saja," paparnya.

Priyo mengatakan, posisi ketum adalah jabatan strategis. Sehingga penentuan ketum harus berdasarkan mekanisme munaslub.

"Kelak suatu hari posisi ketum hanya karena perbedaan pandangan kemudian di Pleno ketum dikeroyok satu satunya dan diputuskan untuk dinonaktifkan," kata Priyo.

"Menurut pandangan saya khusus ketum pastilah harus lewat jalan satu satunya adalah harus tanyakan pada munas atau munas luar biasa," imbuhnya.

Menurut Priyo, Golkar akan mengalami kemunduran bila penonaktifan ketum hanya lewat rapat pleno di DPP. Untuk itu dia menganjurkan agar dibuka kompetisi dalam munaslub.

"Saya tidak tahu Golkar kembali ke zaman baheula dulu atau kemudian ingin memberikan membangun suatu demokrasi yang baru. Kalau saya menganjurkan kita bangun suatu demokrasi yang baru. Siapapun terpilih ketumnya, itu punya legitimiasi yang kuat," tuturnya.

Airlangga menerima masukan Priyo. Ia mempersilakan pemilihan ketum melalui tata cara yang berlaku.

"Memang kita proses menuju munas pada malam hari. Kita buka hak suara. Saya pikir Pak Priyo nanti bisa sampaikan di munas," kata Airlangga. (tem/det/tit)




Berita Terkait