Berita Metro

Selasa, 12 Maret 2019  17:57

Lagi, Prabowo Nyatakan Siap Kembalikan Tanah

Lagi, Prabowo Nyatakan Siap Kembalikan Tanah

Cianjur (BM) – Lagi-lagi, capres Prabowo Subianto menyatakan siap mengembalikan tanah itu apabila negara memintanya. Pernyataan itu disampaikan saat berpidato di hadapan massa pendukung yang memadati Gedung Assakinah, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Selasa (12/3/2019).

"Saya sudah katakan di televisi, di depan seratus juta lebih rakyat Indonesia dan saya katakan lagi sekarang. Setiap saat negara meminta tanahnya kembali saya akan segera serahkan, jangan kuatir tanah itu saya jaga untuk rakyat Indonesia. Jangankan tanah, jangankan harta, jiwa raga saya serahkan untuk rakyat Indonesia," kata Prabowo yang disambut yel-yel dari massa pendukungnya.

Selanjutnya, Prabowo meminta pendukungnya tidak hanya sekedar semangat ketika menyimak isi pidato tetapi juga di TPS saat memberikan hak pilih.

"Saya harap tidak hanya bersemangat ketika saya berpidato, tapi juga bersemangat menentukan pilihan kalian untuk memberikan mandat kepada Prabowo - Sandi saat mencoblos nanti," ujar Prabowo disambut teriakan 'Pasti' dari pendukungnya.

 

Aroma Kemenangan

Kedatangan Prabowo Subianto di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat disambut massa pendukungnya yang menunggunya sejak pagi.

Dalam pidatonya, dia bahkan memuji pendukungnya yang dianggap militan dan tidak kalah dengan pendukung di daerah lain saat menyambut kedatangannya. Beberapa pendukung bahkan berusaha mendekati Prabowo, melalui pengeras suara.

Beberapa kali panitia meminta pendukung untuk mundur ke belakang dan memberikan ruang. "Cianjur tidak mau kalah dengan Tasikmalaya, Garut, Subang, bahkan tidak mau kalah dengan Bandung sekalipun. Bahkan tidak mau kalah dengan Madura, Gresik. Rasanya ini aromanya aroma kemenangan rakyat," tutur Prabowo mengawali pidatonya di Gedung Assakinah, Cianjur, Selasa (12/3/2019) siang.

Dia mengajak pendukungnya untuk selalu bersikap sejuk, tawadu dan tidak boleh angkuh meskipun kemenangan menurutnya sudah di depan mata.

"Ingat pepatah nenek moyang, semakin dekat ke puncak semakin berat perjalanan kita, semakin dekat kemenangan semakin banyak tantangan," ujar Prabowo disambut teriakan pendukungnya.

Masih dalam pidatonya, Prabowo menyebut ketika mendapat mandat dari rakyat Indonesia, dia dan partai koalisi akan bekerja keras sekeras tenaga demi rakyat.

"Kekayaan Indonesia diambil ke luar negeri. Dan manakala Prabowo bersama Sandi, bersama koalisi Indonesia adil makmur menerima mandat, kami akan hentikan kebocoran itu," kata Prabowo menegaskan.

 

Nginap di TPS

Prabowo Subianto meminta pendukungnya untuk waspada dan bersama-sama menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayahnya masing-masing. Bahkan kalau perlu menginap di TPS.

Prabowo meminta pendukungnya bekerja keras memenangkan Prabowo - Sandi di waktu yang tersisa jelang pencoblosan. Dalam perjalanan menuju lokasi pidato Prabowo juga mengaku salut dengan semangat pendukungnya yang mengacungkan tanda dua jari.

"Dalam perjalanan saya, kiri kanan sepanjang sekian kilo saya lihat Cianjur ini mungkin kalau 90 persen juga bisa. Sepanjang jalan saya hanyut melihat angka dua jari sepanjang jalan dari tadi, luar biasa," kata Prabowo disambut yel-yel massa.

Prabowo meminta pendukungnya untuk waspada karena menurutnya di Indonesia banyak yang aneh-aneh. Prabowo lalu menceritakan tentang permainan sepak bola dengan wasit yang tidak adil.

"Kalau kalian main bola, wasitnya tidak adil bagaimana perasaan kalian. Sudah wasitnya tidak adil hakim garisnya juga tidak adil, coba pakai akal sehat main bola saja rasanya sakit kalau hakimnya tidak adil. Jangan anggap rakyat Indonesia bodoh semua, jangan anggap rakyat Indonesia bisa ditipu terus menerus. Jadi kita harus kerja keras, kita harus kompak, kita harus waspada," bebernya.

Prabowo meminta pendukungnya untuk tidak sekedar semangat tapi juga meningkatkan kewaspadaan.

"Nanti saya minta di TPS masing-masing jaga sampai malam, kalau perlu sampai pagi. Bawa tikar, bawa plastik, bawa sarung bawa kanvas tungguin TPS itu sampai selesai kalau ada hantu-hantu yang datang kalau ada pemilih yang enggak jelas rakyat yang harus menjaga kedaulatan rakyat sendiri," ujar Prabowo disambut teriakan "Siap" dari pendukungnya

Ia meminta pengurus partai koalisi di tingkat DPC, DPD, dan ranting untuk memeriksa daftar pemilih di TPS. "Kalau tidak salah sudah ada di TPS, sudah ada di RT dan kelurahan tolong diperiksa. Kalau ada nama orang yang sudah mati laporkan segera, kalau ada pemilih yang usianya masih 6 tahun dilaporkan," ujarnya.

Dalam pidato yang berlangsung sekitar 1 jam itu Prabowo juga berterimakasih ke KPU yang dianggap sangat menerima saran dan koreksi dari pihaknya.

"KPU yang sekarang sangat menerima saran-saran dan koreksi dari kita, mereka sangat terbuka. Tampaknya kali ini KPU ini mau jadi hakim yang adil saudara sekalian. Tapi masih ada aparat-aparat tertentu mungkin yang belum liat arah angin, arus angin belum lihat kehendak rakyat Indonesia," ujarnya. (det/tit)




Berita Terkait