Berita Metro

Rabu, 13 Maret 2019  12:48

Kedutaan Inggris Akan Buka Proyek Bisnis di Mojokerto

Kedutaan Inggris Akan Buka Proyek Bisnis di Mojokerto

SURABAYA (BM) – Untuk pertama kalinya, secara resmi Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik melakukan kunjungan bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (13/3).

“Ini merupakan pertemuan resmi pertama kalinya saya dengan ibu Khofifah. Dan saya menyampaikan selamat atas pelantikan beliau,” ungkap Moazzam.

Pria kelahiran London ini juga mengatakan bahwa dirinya juga mndengarkan penjelasan terkait program prioritas beliau 99 hari pertama. Baginya, program tersebut adalah prospek yang sangat bagus untuk Jawa Timur.

“Saya sangat berminat untuk bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur. Mendukung program tersebut, hari ini kami berbicara tentang beberapa priorotas yang Inggris untuk membantu khususnya di bidang pendidikan. Ada rencana untuk membuat kerja sama educational training, khususnya di bidang kemaritiman,” lanjut Moazzam.

Lanjutnya, melihat kesempatan dalam industry, juga ada rencana untuk membuat kerja sama Inggris untuk Indonesia. Karena bahasa Inggris merupakan keperluan daya saing Indonesia, khususnya untuk Jawa Timur. “Kami akan mengirim materi-materi secara gratis di situs web yang bisa diakses oleh para murid dan guru baik di pemerintah atau pesantren di Jawa Timur. Kami juga akan mengatur Training of Teacher, untuk menyebarkan materi-materi tersebut.”

Selain itu ada juga beberapa bisnis untuk proyek bagi perusahaan-perusahaan yang berminat untuk investasi. Proyek seperti itu merupakan keperluan urgent di Indonesia dan ada perusahaan Inggris yang mampu dalam industri tersebut.

“Kami sudah ada uang untuk berinvestasi di Jawa Timur, saya kira ada banyak kesan diantaranya membuat hubungan yang erat dengan Jawa Timur

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur. “Hari ini kami mendapatkan kunjungan kehormatan dari pak Dubes Inggris, dan kami menyampaikan terima karena beliau memberikan banyak hal terkait penguatan pendidikan vokasi. Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa pengangguran tertinggi di Jawa Timur adalah lulusan SMK, kalau misalnya mereka dapat penguatan di welding, langsung nilai tambahnya tinggi dan menjadi kebutuhan tenaga kerja di bidang itu sangat tinggi juga,” ungkap khofifah.

 

Lanjut Khofifah, akan ada peluasan airport di Jember dan Banyuwangi, kemudian rencana ground breaking airport di Kediri. “Pasti kita membutuhkan SMK-SMK penerbangan yang membutuhkan specific skill. Terutama ketika mereka memiliki kecermatan. Inggris punya kemampuan teknologi yang luar biasa di bidang afiliasi. Inggris untuk Indonesia juga sangat penting karena kita membutuhkan untuk sekolah-sekolah perawat yang berbasis pesantren.”

Khofifah menambahkan bahwa jika Jawa Timur menguatkan pendidikan bahasa Inggris, maka hal ini bisa mengurangi unskill labour ke luar negeri, karena yang dikirim adalah tenaga kerja formal, dan skill labour. Sehingga perlindungan dan kesejahteraan mereka pasti akan lebih baik.

“Pemerintah Inggris sedang menyiapkan investasi di Mojokerto. Yang menarik adalah sisi keuangan sudah siap. Banyak sekali pembangunan inindustri yang kita tidak bisa menyiapkan local content. Jika local content bisa kita dapatkan maka itu tandanya bahwa ada proses ekonomi di dalam negeri maka Jawa Timur juga akan tumbuh seiring dengan proses local industry,” terang Khofifah.

Terkait rencana proyek di Mojokerto, Dubes Inggir sjuga akan melakukan monitoring evaluasi dari yang sudah dikerjakan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa tanda tangani MoU kedutaan Inggris dengan pemerintah Jawa Timur, kemudian beliau akan melakukan evaluasi kerja sama sampai di mana. Jadi banyak hal yang bisa diukur pertemuan kali ini,” harap Khofifah. (Era)




Berita Terkait