Berita Metro

Selasa, 19 Desember 2017  17:48

Jokowi Sebut Ada Faksi di PG, Senior Golkar Angkat Bicara

Jokowi Sebut Ada Faksi di PG, Senior Golkar Angkat Bicara
Agung Laksono

Jakarta (BM) – Di acara pembukaan munaslub Partai Golkar (PG), Presiden Joko Widodo sempat menyinggung adanya kelompok-kelompok atau faksi di tubuh internal Partai Golkar. Ia menyebut, ada faksi JK, Luhut, Akbar, dan Ical.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung tak menampik adanya faksi dalam partai. "Dalam satu organisasi, itu tak bisa dihindari. Dinamika politik itulah yang menyebabkan adanya perbedaan-perbedaan politik," ujar Akbar kepada wartawan di sela munaslub Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Nama faksi Akbar turut disebut oleh Jokowi. Menurut Akbar, adanya faksi merupakan hal lumrah. "Perbedaan itu bisa saja melalui beberapa orang. Kemudian membentuk faksi walaupun tidak terbuka. Beda di Jepang, hal itu biasa, normal," kata Akbar.

Namun Akbar tak ingin ada istilah 'faksi Akbar Tandjung, faksi Jusuf Kalla,' dan seterusnya. Perbedaan pendapat di partai hanya dapat teratasi jika ketum memiliki kemampuan manajerial yang baik.

"Kita sih nggak pernah. Kedua, nggak bisa juga dikatakan eksplisit faksi JK, faksi saya, dan lain-lain. Di antara mereka itu ada perbedaan, tapi perbedaan itu kalau pimpinan Golkar bisa lakukan manajemen baik melalui peraturan-peraturan organisasi walaupun nggak kurangi keleluasaan," terang eks Ketum Golkar ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi blak-blakan soal faksi di lingkup internal Golkar. Dari faksi Wapres Jusuf Kalla hingga Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan disebut.

"Saya tahu ada grup-grup besar di Partai Golkar, ini blak-blakan saja. Ada grupnya Pak JK ada, ada grup besar dari Pak Aburizal Bakrie (Ical) ada, ada juga grupnya Pak Luhut Binsar Pandjaitan ada, (faksi) diem-diem ada," kata Jokowi saat berpidato dalam pembukaan munaslub Golkar di JCC, Jakarta Selatan, Senin (18/12).

Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono mengatakan grup-grup di kalangan internal merupakan hal lumrah dalam berpartai. Agung menepis anggapan bahwa faksi (grup) dapat mengganggu stabilitas partai. "Saya katakan tidak, saya menolak jika turbulensi partai akibat faksi-faksi. Faksi di berbagai partai di dunia adalah suatu hal yang lumrah. Bisa membangun suatu dinamika yang terjamin demokrasinya," kata Agung di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, ada persoalan lain yang membuat gejolak dalam partai. Ia menyinggung kasus yang menimpa Setya Novanto sebagai salah satunya.

"Ada persoalan lain yang bisa menyebabkan turbulensi, yaitu yang menimpa ketua umum kami. Saya kira tak ada hubungannya dengan faksi," tutur Agung.

Agung yakin, gesekan akibat adanya faksi di Golkar bisa diatasi. Agung percaya ketum terpilih Airlangga Hartarto dapat menangani hal tersebut.

"Sepanjang pimpinan partai terpilih menjalankan roda organisasinya, menjalankan mesinnya, dan sesuai aturan yang ada dan berbasis pada AD/ART, saya yakin tak akan terjadi turbulensi. Tapi, kalau sudah ada rekayasa, di situlah muncul. Saya percaya Pak Airlangga tidak seperti itu," paparnya.

Aburizal Bakrie alias Ical memilki pandangan senidri atas ucapan Presiden Jokowi tersebut. Menurutnya, grup besar di Golkar sudah saling bersahabat. Dia juga menganggap wajar soal grup di Golkar karena partai berlambang beringin ini dikatakannya partai besar

"Semua kan sudah bersahabat. Biasalah partai besar, itu ada pemikiran-pemikiran. Tapi lihat saja demokratisasi di Partai Golkar, ada ribut, selesai," ujar Ical di sela Munaslub Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Bagi Ical, perbedaan di internal Golkar merupakan konsekuensi demokrasi. Bukan demokrasi namanya andai tidak ada perbedaan.

Meski Golkar terbagi menjadi beberapa grup, Ical yakin hal tersebut tak membawa perpecahan di Golkar.

"Ribut itu biasa, riak-riak dalam demokrasi, tidak membawa Partai Golkar itu satu perpecahan. Kalau nggak mau ada perbedaan pendapat, jangan ada demokrasi," ungkapnya.

Menurut Airlangga Hartarto, Golkar merupakan partai besar yang sudah sangat senior. Karena hal tersebut, menurutnya, wajar jika para senior punya kader masing-masing.

"Ya kalau dari organisasi yang didirikan dan mendirikan ada sepuluh. Nah, tentu kalau beberapa senior itu punya kader dan itu sesuatu yang biasa saja punya kader," ujar Airlangga di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Airlangga sendiri sebelumnya berjanji akan mengakomodasi seluruh faksi di Golkar. Dia yakin banyak faksi tak akan menghambat kerja Golkar.

"Nggak ada (menghambat) kan, alhamdulillah semua berjalan sesuai mekanisme yang ada," ucap Airlangga. (det/tit)




Berita Terkait