Berita Metro

Selasa, 30 Juli 2019  09:00

Infrastruktur Diharapkan Jadi Daya Tarik Investor

Infrastruktur Diharapkan Jadi Daya Tarik Investor

SURABAYA (BM) - Menciptakan negara yang maju merupakan tujuan pemerintah Indonesia dan dengan menciptakan perekonomian negara yang stabil serta menurunkan tingkat kemiskinan. Atas harapan itulah, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Bambang Brodjonegoro menghadiri Rapat Konsultasi (Rakon) regional Jawa-Bali, dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 di Ballroom Shangrila Hotel Surabaya, Senin (29/7)

Dalam acara tersebut, Bambang menjelaskan tentang pentingnya keselarasan antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) dengan RPJMN. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga hadir dan ingin menciptakan Jawa Timur menjadi provinsi yang semakin berkembang dan lebih baik.

“Arahan dari presiden terpilih yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, mendorong investasi, reformasi birokrasi dan penggunaan APBN," ungkap Bambang.

Pembangunan infrastruktur yaitu menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan produksi rakyat.  Sedangkan pembangunan SDM antara lain dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita. kesehatan anak usia sekolah, penurunan stunting, peningkatan kualita spendidika, vokasi, membangun lembaga manajemen talenta Indonesiadan dukungan bagi dispora bertalenta tinggi.

"Idealnya, suatu RPJMN itu konsisten atau inline dengan RPJMD dari semua daerah di Indonesia.Kita harap, semuanya saling mendukung, tidak kontradiktif, dan bahkan semangatnya adalah bekerja bersama supaya tujuan pembangunan nasional lima tahun kedepan itu bisa tercapai,” katanya.

Lanjut Bambang, jika berbicara mengenai arah pembangunan lima tahun ke depan, salah satu yang harus terus didorong adalah infrastruktur. Khususnya, infrastruktur yang dapat memberikan manfaat langsung kepada pengembangan kawasan, serta masyarakat yang tinggal disekitar pembangunan infrastruktur tersebut.


“Contohnya membangun jalan tol, tujuannya bukan untuk mempercepat laju kendaraan pribadi, tapi untuk membangun kawasan di sekitarnya.Dengan adanya konektivitas Jalan,maka kepala daerah sudah harus memikirkan proyek atau program-program apa saja yang akan dibangun, dengan memanfaatkan tol tersebut,” ujarnya.

Hadirnya infrastruktur itu, imbuh Menteri Bambang, juga diharapkan menjadi daya tarik serta daya saing suatu daerah untuk mendatangkan investor. Menurutnya, hadirnya investasi akan membawa multiplier effect terhadap suatu daerah. Mulai dari membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, sampai menurunkan kemiskinan.

  “Jika ada lapangan kerja baru, maka para pengangguran akan berkurang, jika pengangguran berkurang, maka bisa menurunkan kemiskinan. Jadi, jika investasi makin banyak, maka pertumbuhan ekonomi dengan sendirinya akan semakin meningkat,” imbuhnya.

Karena itu, Bambang mendorong kepala daerah agar mampu menangkap potensi multiplier effect tersebut. Caranya, dengan mempermudah investor untuk menanamkan modalnya di daerah. Untuk itu, diharapkan para gubernur, serta bupati/walikota mampu membuat regulasi-regulasi yang mendukung hadirnya investasi di daerah. (Era)

         




Berita Terkait