Berita Metro

Selasa, 10 April 2018  19:06

Elite Gerindra Pecah, Desmond: Prabowo Bisa Jadi King Maker

Elite Gerindra Pecah, Desmond: Prabowo Bisa Jadi King Maker
Desmond J Mahesa

Pertimbangkan Gatot dan Anies sebagai Capres

JAKARTA (BM) – Teka-teki siapa yang bakal menantang Jokowi di Pilpres 2019 semakin menegangkan. Gerindra yang dari awal bakal mengusung Prabowo sebagai capres, kini mulai diragukan. Bahkan di internal Gerindra kabarnya terpecah, antara memajukan Prabowo, atau memilih calon alternatif. Sudah rahasia umum di kalangan elit, apabila Prabowo benar-benar tidak maju sebagai capres, dipastikan peta politik akan berubah total, termasuk wacana bubarnya poros ke tiga.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyebut bahwa partainya kini tengah merancang strategi dan menghitung kekuatan politik. Bahkan kata Desmon, Gerindra juga tengah menggodok kemungkinan Prabowo Subianto tidak mencalonkan diri di Pilpres 2019 dan menjadi king maker.

Terpenting, kata dia, Gerindra menang dalam pilpres mendatang.

"Bisa ia, bisa tidak (Prabowo jadi king maker). Kenapa saya jawab bisa iya bisa tidak, karena ini bicara tentang strategi politik dan hitung-hitungan politik. Kita mau menang, prinsipnya bahwa kita berharap kali ini bukan sesuatu kekalahan lagi," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Menurutnya, strategi politik harus mengikuti harapan rakyat. Dia kemudian mencontohkan fenomena kaos bertanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden yang mulai ramai dimasyarakat. Itu artinya, masyarakat ingin ada pemimpin lain yang menggantikan posisi Jokowi.

"Masyarakat mengharapkan Pak Prabowo, atau ada calon lain di periode berikutnya. Kalau ada calon yang lain kita akan mengikuti harapan masyarakat itu, yang penting kita ganti Pak Jokowi," ujar wakil ketua Komisi III DPR RI itu.

Desmond membenarkan bahwa Prabowo tersebut kini juga mempertimbangkan suara masyarakat tersebut, termasuk mempertimbangkan kehadiran tokoh lain selain dirinya.

"Itu yang terjadi hari ini, untuk tokohnya itu ya tergantung yang berkembang, tapi sebenarnya kader partai tentu mengharapkan Pak Prabowo yang maju," paparnya.

Seperti diketahui, Desmond J Mahesa dalam beberapa kali kesempatan memberi isyarat Prabowo tak akan maju. Walaupun sebenarnya para kader Gerindra meminta Prabowo kembali nyapres.

"Kansnya semua terbuka ruang. Karena Pak Prabowo yang memutuskan, jadi terbuka," ucap Desmond, Jumat (6/4/2018).

Wakil Ketua Komisi III DPR itu juga berbicara soal kegalauan Prabowo maju Pilres 2019. Desmond menyebut Prabowo mempertimbangkan berbagai hal, di antaranya usia dan elektabilitas.

"Beliau menjawab sudah tua, elektabilitas, dan macam-macam," sebut Desmond.

Kini, Desmond juga kembali mengungkapkan potensi batalnya Prabowo nyapres. Dia mengungkap bisa saja Prabowo menjadi king maker, tokoh sentral yang menyiapkan sosok capres/cawapres.

"Tidak ada kegalauan itu bagi Pak Prabowo. Cuma kalau kita bicara bertarung atau tidak, ini kita harus melihat apakah Pak Prabowo maju atau memposisikan sebagai king maker," ujar Desmond di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Desmond menegaskan Prabowo bisa menjadi king maker dengan mengusung capres lain atau maju sendiri. Ada alasan dia membuka kemungkinan Prabowo menjadi king maker.

"Ini bicara tentang strategi politik dan hitung-hitungan politik. Kita mau menang, prinsipnya bahwa kita berharap kali ini bukan sesuatu kekalahan, apalagi sekarang kaus di mana-mana, ganti presiden," kata Desmond.

Bahkan Desmond membuka sedikit 'kartu' Gerindra. Prabowo disebutnya mempertimbangkan sejumlah nama untuk menggantikannya sebagai capres, dari Gatot Nurmantyo hingga Anies Baswedan.

"Ya tokoh lain tergantung yang berkembang. Muncul hari ini Pak Gatot (eks Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo), ada Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan)," jelas Desmond.

 

Dibantah

Namun demikian, Pernyataan Desmon dibantah oleh jajaran Gerindra lainnya. Wasekjen Gerindra Andre Rosiade memastikan Prabowo akan maju kembali sebagai capres.

"Nggak ada nama lain selain Pak Prabowo sebagai capres di Gerindra," sebut Andre saat dimintai konfirmasi, Selasa (10/4).

Andre yakin Prabowo akan menerima mandat pencapresan dari seluruh DPD Partai Gerindra yang rencananya akan diserahkan dalam rakornas pada Rabu (11/4) besok. Sebab, keinginan Prabowo agar kembali berlaga di Pilpres 2019 disebut merupakan aspirasi masyarakat.

"Seluruh kader Gerindra yakin Pak Prabowo besok akan menerima mandat dan maju jadi capres. Aspirasi masyarakat dan rakyat menginginkan Pak Prabowo maju sebagai capres," paparnya.

Hal senada disampaikan Waketum Gerindra Fadli Zon. Dia menyebut pernyataan Desmond bukan representasi Partai Gerindra.

"Saya kira itu pendapat pribadi dan tidak mewakili partai," ucap Fadli, Selasa (10/4).

Wakil Ketua DPR itu pun juga memastikan sang jenderal akan maju di Pilpres 2019. Fadli pun bahkan berani bertaruh.

"Pak Prabowo maju, 100 persen maju. Saya jamin. Malah kalau perlu kita taruhan," tegasnya.

Fadli mengaku sudah bertemu langsung dengan Prabowo untuk memastikan hal tersebut. Prabowo disebutnya siap maju atas dukungan dari seluruh kader Partai Gerindra.

"Hampir seluruhnya, hampir 100 persen dari kader struktur Gerindra menginginkan Pak Prabowo maju. Tidak ada Prabowo bicara sebagai king maker, saya langsung berbicara," urai Fadli.

 

Spanduk Prabowo Capres

Di tengah wacana perbedaan pendapat itu, Partai Gerindra menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada Rabu (11/4)  di Padepokan Garudayaksa, kediaman Prabowo Subianto, Bukit Hambalang, Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Sejumlah spanduk yang bertuliskan Prabowo Capres 2019 Harga Mati mulai rami menghiasi beberapa titik Ibukota, Selasa (10/4).

Ada juga spanduk bertuliskan 'Prabowo Yes, Gatot No' terpasang di sejumlah jembatan penyeberangan orang. Salah satunya ditemukan di JPO Matraman, Jakarta Timur. Spanduk berukuran 4x1 meter itu terpampang wajah Prabowo.

Dalam spanduk itu juga bertuliskan 'Pokoke Prabowo Capresku' dilanjutkan tulisan kuning 'Yang Lain Minggir'. Di bagian bawah spanduk, juga diakhiri tulisan 'Wong Waras Pasti Pilih Prabowo'.

Spanduk serupa juga terlihat dibeberapa lokasi, bertuliskan '2019 Prabowo Presiden Harga Mati'. Bagian bawah 'Prabowo Yes, Yang Lain No'. Sampai saat ini, belum diketahui siapa yang memasang spanduk dukungan terhadap mantan Danjen Kopasus itu.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Iwan Sumule mengatakan bahwa situasi nasional saat ini, maupun persiapan Pemilu 2019 bakal dibahas dalam Rakornas itu.

"Termasuk membicarakan soal pilpres dan membahas potensi-potensi Bapak Prabowo menjadi Capres 2019," ujar Iwan Sumule, Selasa (10/4).

Dia melanjutkan, Prabowo Subianto akan mendengarkan aspirasi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk memutuskan maju sebagai calon presiden (Capres) atau tidak di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

"Karena untuk maju sebagai Capres 2019, Bapak Prabowo mesti mempertimbangkan berbagai aspek, selain keinginan seluruh kader partai Gerindra," tuturnya.

Sebagai salah satu pengurus maupun kader Partai Gerindra, Iwan berharap agar Prabowo mendeklarasikan dirinya di dalam Rakornas Partai Gerindra sebagai capres 2019 setelah mendengarkan aspirasi dari berbagai daerah.

"Sebagai kader partai kami berharap Pak Prabowo bisa menjadi capres 2019." demikian Iwan.(rmo/det/tit)




Berita Terkait