Berita Metro

Senin, 17 Maret 2019  18:43

Beberapa Hari ke Depan, PPP Pilih Ketum Baru

Beberapa Hari ke Depan, PPP Pilih Ketum Baru
Arsul Sani

Jakarta (BM) - PPP akan menggelar musyawarah kerja nasional (mukernas) pekan depan. Di acara Mukernas itu akan memilih Ketum PPP definitif sebagai pengganti Romahurmuziy (Rommy) yang telah diberhentikan, setelah menyandang status tersangka kasus suap suap jual beli jabatan di Kemenag.

"InsyaAllah minggu depan," ujar Sekjen PPP, Arsul Sani, kepada wartawan, Minggu (17/3/2019).

Kendati demikian, Arsul mengaku belum mengetahui kapan waktu pasti mukernas akan digelar. "(Pokoknya) dalam waktu beberapa hari ke depan," katanya.

Seperti diketahui, Rommy diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketum PPP pasca ditetapkan KPK sebagai tersangka suap jual beli jabatan di Kemenag. Pasca ditinggalkan Rommy, PPP pun menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum PPP.

Suharo Monoarfa ditetapkan menjadi Plt Ketum PPP menggantikan Romahurmuziy yang diberhentikan dari posisinya karena berstatus tersangka di KPK. Apa langkah-langkah yang dilakukannya pasca menjabat?

"DPP PPP di bawah Pak Suharso hari ini juga melangkah dengan dua hal. Pertama, konsolidasi dengan seluruh jajaran," ujar Sekjen PPP, Arsul Sani, kepada wartawan, Minggu (17/3/2019).

Arsul mengatakan, konsolidasi itu termasuk mengomunikasikan perihal musyawarah kerja nasional (mukernas) PPP yang akan digelar minggu depan.

"Selain komunikasi lansung juga nanti via Mukernas (musyawarah kerja nasional) yang dalam waktu beberapa hari ke depan akan diselenggarakan," katanya.

Langkah kedua, mengomunikasikan hasil rapat DPP dengan paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Koalisi Indonesia Kerja, dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Termasuk menyampaikan sikap PPP terhadap pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kedua, mengkomunikasikan soal hasil rapat DPP ini kepada partai KIK, paslon #01 dan TKN, dengan menegaskan bahwa PPP tetap dan terus bersama KIK memenangkan paslon #01," ujar Arsul.

Seperti diketahui, pada Sabtu (16/3) Suharso ditetapkan menjadi Plt Ketum PPP. Penunjukan Suharso disetujui Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair (Mbah Moen) Mbah Moen menyebut Suharso punya kapabilitas menggantikan Rommy yang ditetapkan KPK sebagai tersangka suap jual beli jabatan di Kemenag.

"Tadi itu mestinya pengganti (Romahurmuziy). wakil-wakil ketum, tapi ada kesepakatan rupanya nggak ada yang sanggup. Saya setuju kalau Pak Suharso jadi Plt, (sedangkan) wakil-wakil ketum tetap jadi wakil ketum sebagaimana waktu Rommy (menjabat ketum)," ujar Mbah Moen kepada wartawan di kantor DPP PPP, Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

 

Tak Langgar AD/ART

Sebelumnya, politikus senior PPP, Akhmad Muqowam, menyebut penunjukan Suharso Monarfa sebagai Plt Ketum PPP inkonstitusional. "Penunjukan Bapak Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum DPP PPP adalah inkonstitusional," ujar Muqowam dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/3).

Sekjen PPP Arsul Sani menyebut Muqowam tak memahami situasi yang terjadi di tubuh PPP.  "Ahmad Muqowam (AMQ) hanya baca hitam-putihnya ART, tidak ikut rapat sehingga tidak paham situasinya," ujar Arsul, kepada wartawan, Minggu (17/3/2019).

Arsul menjelaskan Pasal 13 Anggaran Rumah Tangga (ART) PPP hanya berlaku jika ada waketum yang bersedia ditunjuk. Sayangnya, para waketum yang hadir di rapat Pengurus Harian (PH) DPP PPP enggan bersedia.

"Dalam rapat PH DPP yang kemarin yang juga dihadiri seluruh majelis-majelis partai (majelis syariah, majelis pertimbangan, majelis pakar dan mahkamah partai), para wakil ketua umum (tidak bersedia) setelah mendengarkan usulan Kiai Maemoen Zubair dan menyadari bahwa PPP memerlukan figur Plt Ketum yang mampu dengan cepat mengonsolidasikan partai dan mengatasi demoralisasi jajaran partai karena kasus OTT Mas Rommy. Dan yang dipandang memiliki kemampuan tersebut adalah Pak Suharso," tuturnya.

"Dengan tidak bersedianya para Waketum tersebut, maka ketentuan ART tersebut menjadi tidak dapat dijalankan," imbuh Arsul.

Arsul mengatakan, lantaran para waketum tidak bersedia, maka ditunjuklah Suharso sebagai Plt untuk menggantikan Romahurmuziy yang diberhentikan dari posisinya karena berstatus tersangka di KPK. Mengingat Suharso dinilai sebagai figur yang tepat.

"Karena dalam situasi seperti ini ART tidak mengatur lebih lanjut, maka rapat memutuskan menerima usulan Mbah Moen. Dan kemudian Mahkamah Partai menyampaikan bahwa keputusan rapat ini tidak melanggar AD/ART yang ada," ujarnya. (det/tit)




Berita Terkait