Berita Metro

Rabu, 20 Desember 2017  17:15

Aklamasi, Airlangga Ketua Umum Golkar

Aklamasi, Airlangga Ketua Umum Golkar
Airlangga Hartarto

JAKARTA (BM) - Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar secara aklamasi mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum sampai penyelenggaraan Rapimnas tahun 2019.

Sebelumnya dalam rapat Pleno Golkar sebelum Rapimnas dan Munaslub saat ini, Airlangga memang sudah ditetapkan sebagai Ketua Umum menggantikan Setya Novanto. Sehingga, secara organisasi, dalam Munaslub ini tinggal dikukuhkan saja.

Hal itu disampaikan Nurdin Halid Ketua Harian di gedung JCC, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

"Munaslub telah menetapkan pak Airlangga sebagi Ketum. Periodesasinya sampai 2019. Itu kesepakatan umum. Jadi 2017 sampai 2019, dan dapat diperpanjang melalui Rapimnas," kata dia.

Kata Nurdin, Ketua Umum juga diberi mandat sepenuhnya untuk merevitalisasi kepengurusan yang sudah ada. Sehingga, Airlangga Hartarto menjadi formatur tunggal untuk melakukan revitalisasi atau bisa mereposisi pengurus DPP.

Sementara Airlangga Hartarto langsung menargetkan partai Golkar memperoleh minimal 16 persen di Pemilu 2019 nanti. "Ya kita harapkan bisameraih 110 kursi di DPR, atau target 16 persen di Pemilu nanti," kata Airlangga.

 

Ke Kemenkumham

Menindaklanjuti keputusan Munaslub, surat keputusan tersebut akan disodorkan ke Kemenkumham pada Kamis (21/12). "Untuk yang besok dibawa ke Kemenkumham perubahannya hanya jabatan ketua umum saja agar organisasi tetap berjalan," ujar Sekretaris Steering Comittee (SC) Munaslub Golkar, M Sarmuji, Rabu (20/12/2017).

Untuk nama pengurus baru lainnya akan diserahkan menyusul. Pasalnya, Airlangga belum menetapkan susunan pengurus DPP Golkar yang baru di bawah komandonya.

"Sembari Ketua Umum terpilih menyusun struktur dengan tenang dan jernih," kata Sarmuji.

Golkar masih menotariskan keputusan Munaslub. Jajaran Golkar akan menyerahkan SK Airlangga ketum baru Golkar ke kantor Kemenkumham, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/12).

"Kami notariskan. Notariatkan dulu seluruh keputusan Munaslub, kemudian didaftarkan ke Kemenkumham," papar Sarmuji.

 

Rombak Pengurus

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto diberi mandat sebagai formatur tunggal untuk menyusun pengurus partai beringin itu. Airlangga bisa saja merombak total kepengurusan Golkar jika ingin partai kembali bangkit.

"Selanjutnya Pak Airlangga Hartarto memiliki kewenangan penuh untuk restrukturisasi pengurus dan revitalisasi partai. Artinya ini baru pertama sepanjang sejarah Partai Golkar pasca-reformasi di mana seorang ketua umum yang ditetapkan di Munaslub seratus persen punya kewenangan untuk melakukan perubahan baik struktur kepartaian maupun pengurusnya," kata Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kepada wartawan, Rabu (20/12/2017).

"Artinya bahwa Pak Airlangga punya kewenangan mengubah wajah Partai Golkar. Memiliki otoritas untuk membangun branding partai Golkar dan memiliki otoritas untuk membedah pengurus untuk memperluas pasar partai," imbuhnya.

Airlangga diberi waktu untuk menyusun pengurus lengkap Golkar selama sebulan. Jadi tidak ada pengumuman lengkap struktur Golkar baru di penutupan Munaslub Golkar.

"Saya meyakini ketua umum akan melakukan perubahan mendasar sesuai dengan kebutuhan pasar partai," kata Dedi. (ssn/det/tit)




Berita Terkait