Berita Metro

Kamis, 14 Desember 2017  02:00

Airlangga Jadi Ketum Golkar, Terimakasih Jokowi-JK

Airlangga Jadi Ketum Golkar, Terimakasih Jokowi-JK
Massa berteriak, mendesak diselenggarakan munaslub, di luar ruang rapat pleno, Rabu (13/12) malam.

Jakarta (BM)  -  Melalui rapat pleno Golkar hingga tengah malam, Airlangga Hartarto akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang saat ini tersandung kasus korupsi e-KTP. Airlangga mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, usai ditetapkan sebagai ketua umum definitif, Rabu (13/12/2017) malam.

"Kami ucapkan terima kasih. Kami berterima kasih pada pemerintah di bawah Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla yang selalu melihat Partai Golkar sebagai salah satu pilar demokrasi," kata Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12/2017).

Airlangga menilai wajar jika Partai Golkar menjadi salah satu parpol yang mendapat perhatian.

Sebab, partai berlambang beringin itu kerap menjadi sorotan publik dalam setiap tindak tanduknya, terutama saat Setya Novanto menjadi terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP.

Karena itu, Airlangga menyatakan bahwa Partai Golkar akan mendukung penuh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla hingga berakhir pada 2019.

"Dan mendukung Presiden Jokowi mencalonkan diri pada Pemilu 2019. Kami ajak seluruh kader Golkar untuk mengamankan amanah rapimnas tersebut," ujar Airlangga.

Meski terpilih dalam forum rapat pleno DPP, Airlangga tetap menilai penunjukannya sebagai ketua umum Partai Golkar sah.

 

Geger

Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) pendukung Partai Golkar turut mengawal jalannya rapat pleno di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12/2017). Rapat berlangsung tertutup bagi awak media.

Beberapa ormas itu antara lain Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), dan lain-lain.

Saat rapat pleno berlangsung sekitar pukul 21.45 WIB massa yang berjumlah ratusan meneriakkan kata ‘Munaslub’ untuk mendesak DPP Partai Golkar segera melaksanakan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) sebagai mekanisme mencari pengganti Setya Novanto sebagai ketua umum.

 “Hidup Partai Golkar, hidup Munaslub, Golkar Golkar Golkar Munaslub, Golkar Munaslub sekarang juga,” teriak massa sambil bernyanyi.

Salah seorang orator berteriak bahwa DPP Partai Golkar harus menepati janjinya melaksanakan Munaslub jika sudah mendapat restu dari sebagian besar dewan pemimpin daerah (DPD) seluruh Indonesia.

“Pada pleno sebelumnya DPP mengatakan akan melaksanakan Munaslub bila mendapat dukungan dari DPD. Sekarang DPD hadir di DPP untuk memberikan dukungan itu,” terangnya.

Massa juga sempat berteriak akan mendobrak masuk ruangan rapat pleno. Teriakan tersebut direspons massa dengan langkah maju ke depan pintu.

"Apa kita masuk ke dalam? Kita berontak, kita lawan DPP?" ujar salah seorang koordinator massa.

"Yang harus kita lawan adalah status quo. Kalau keadaan ini dibiarkan mau dibawa ke mana. Ini rumah Golkar bisa rusak. Tidak ada opsi lain. Munaslub harus dilakukan," lanjut mereka.

Aksi para kader ormas pendukung Golkar ini membuat beberapa personil kepolisian berjaga di depan pintu masuk aula tempat rapat pleno digelar.

Setelah ditenangkan massa siap kembali menjaga kondisi kondusif di luar ruangan rapat pleno.

Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham sebelumnya menyatakan keputusan pelaksanaan Munaslub bergantung pada peserta rapat pleno.

Namun Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menegaskan mekanisme 2/3 dukungan DPD untuk Munaslub tidak berlaku karena kondisi Setya Novanto yang sedang terjerat kasus korupsi KTP elektronik bukan agenda mendesak.

“DPP juga tidak melanggar AD/ART sehingga peraturan 2/3 tidak berlaku. DPD tidak bisa mendikte DPP,” tegas Nurdin Halid.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita juga mendesak pleno Golkar segera menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Agus akan mendesak munaslub digelar paling lambat 17 Desember 2017.

"Tentu kami akan lakukan perjuangan di dalam rapat pleno nanti agar rapat pleno memutuskan munaslub dilakukan selambat-lambatnya 17 Desember sehingga kami punya cukup waktu mengikuti agenda politik di 2018, khususnya di awal Januari nanti," ujar Agus di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12/2017).

Ada sejumlah alasan mengapa Agus mendesak Golkar segera menggelar munaslub. Salah satunya, demi menghadapi agenda politik 2018.

"Tentu alasannya ada agenda politik ke depan yang sangat penting, terutama kaitan dengan pendaftaran Pilkada harus selesai awal Januari 2018," terang Agus.

Selain itu, Agus meminta Golkar segera mengambil solusi setelah Ketum Golkar Setya Novanto berstatus terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP. Dia tak ambil pusing apabila ada suara-suara penolakan munaslub dalam pleno malam ini.

"Saya yakin ada titik temu karena, bagaimanapun, saya yakin ada kesadaran kolektif di rapat pleno nanti terhadap pentingnya kami mengedepankan kepentingan partai, yaitu dalam rangka kami sesegera mungkin cari solusi terhadap organisasi berkaitan ketua umum kami sudah jadi terdakwa," pungkas Agus.

 

Manuver Airlangga

Persaingan antar kubu calon Ketum Golkar mulai memanas beberapa hari terakhir ini. Kubu Airlangga Hartarto beradu strategi untuk membendung Titiek Soeharto menjadi calon ketua umum Partai Golkar. Pendukungnya mengaku sudah meraup dukungan dari mayoritas DPD maupun organisasi sayap Partai Golkar.

Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Provinsi DIY, Gandung Pardiman, mengaku sengaja menggelar acara penandatanganan dukungan kepada Airlangga Hartanto sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar pada Sabtu lalu (9/12/2017) di Yogyakarta. Hari itu dipilihnya karena berbarengan dengan undangan keluarga mantan Presiden Soeharto kepada beberapa sesepuh Partai Golkar.

"Ketika acara di Cendana berlangsung kami DPD Partai Golkar Provinsi dan Kabupaten/ Kota di DIY menggelar penandatanganan dukungan Airlangga, barengan itu," ungkapnya, Rabu (13/12/2017).

Gandung mengaku tekad pengurus Partai Golkar di seluruh DIY sudah kompak. Mereka menginginkan figur tepat untuk menghadapi merosotnya elektabilitas partai. Pilihan mereka jatuh kepada Airlangga.

Sedang Titiek menurutnya tak memenuhi kebutuhan untuk menaikkan elektabilitas Partai Golkar. Toh, selama ini konsistensi keluarga Cendana di Partai Golkar tak konsisten. Masing-masing anak mantan Presiden Soeharto mendirikan parpol.

Gandung mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pengurus DPD lain dan pengurus organisasi sayap Partai Golkar. Sudah 34 DPD Provinsi, sekitar 65 persen DPD Kabupaten/ Kota, dan 7 dari 10 organisasi sayap.

"Yang belum bersikap Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG), dan Pengajian Al Hidayah," akunya.

Ketua DPP Partai Golkar Zainuddin Amali, salah satu kader Partai Golkar pendukung Airlangga, menyebutkan langkah Airlangga untuk menggaet dukungan cukup maju dibandingkan beberapa nama calon yang muncul seperti Titiek, Idrus Marham, maupun Aziz Syamsuddin.

Syarat dukungan untuk maju menjadi ketua umum sudah sepertinya sudah tak jadi masalah bagi Airlangga. Biasanya syarat pengajuan diatur dalam tata tertib yang disepakati ketika Munaslub. Pada Munaslub Bali 2016 lalu, syarat dukungan adalah 30 persen dari suara.

"Kalau Airlangga sudah tak masalah sepertinya karena sudah pernah diajukan saat di Bali. Yang pasti sekarang dari dukungan yang ada memastikan suara nya memang masuk. Ini yang harus dijaga. Tentu ini ada pembicaraan soal kebutuhan di Pilkada 2018 maupun pemilu 2019," ungkapnya.

Sejauh ini belum ada pembicaraan konkrit mengenai kebutuhan Pilkada 2018 maupun pemilu 2019. Namun ia memastikan saat mendekati Munaslub, yang bakal digelar bulan Desember ini juga, itu bakal sudap dipastikan.

 

Deklarasi

Pengurus DPD Golkar seluruh Jawa Timur mendeklarasikan dukungan untuk Airlangga Hartarto. Dukungan ini diberikan untuk Airlangga maju dalam Munaslub Golkar sebagai calon ketua umum.

Deklarasi digelar di Jl Rajasa I No 7 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017). Pengurus DPD Golkar provinsi (tingkat I) dan pengurus DPD Golkar tingkat II Jawa Timur berdatangan sejak pukul 16.00 WIB.

Airlangga sendiri tiba di lokasi pada pukul 17.45 WIB. Terlihat pula Wasekjen Korbid Kepartaian Golkar Sarmudji, Ketua DPD I Golkar Jawa Timur Nyono Suharli, dan anggota DPR RI Dapil Jatim Adies Kadir.

Pernyataan dukungan disampaikan oleh Nyono. Dia menyatakan seluruh DPD Golkar se-Jawa Timur bulat mendukung Airlangga. "Ini dukungan Jawa Timur semuanya. Jawa Timur solid!" kata Nyono.

"Memang di Jawa Timur ingin tahu sejauh mana beliau menyambung persaudaraan. Kami doakan mudah-mudahan rapat pleno nanti memberikan putusan yang baik untuk Golkar," sambungnya.

Setelah itu, Nyono memberikan surat dukungan kepada Airlangga. Airlangga lalu menyampaikan ucapan terima kasih.

"Kehormatan saya dapat dukungan penuh 38 (DPD II) plus I (DPD Provinsi) dukungan. Jadi alhamdulillah 38 DPD tingkat II dan I secara bulat mendukung munaslub dan mengharapkan saya ke Ketua Partai Golkar yang bersih dan merakyat," ujar Airlangga.

"Insyaalah amanah ini akan saya pegang terus. saya yakin dengan suara bulat yang ada di Jawa Timur, Golkar di Jawa Timur akan bangkit," imbuh Menteri Perindustrian itu. (det/kom/tit)




Berita Terkait