Berita Metro

Senin, 12 Maret 2018  19:48

TNI AD Investigasi Kapal Kodam Jaya Tenggelam

TNI AD Investigasi Kapal Kodam Jaya Tenggelam

Jakarta (BM) –  Kapal motor cepat (KMC) milik Kodam Jaya tenggelam di Kepulauan Pramuka, Kepulauan Seribu pada Senin (12/3) pukul 11.10 Wib. Saat itu, kapal membawa sejumlah prajurit yang akan melakukan persiapan kegiatan bakti sosial.

TNI Angkatan Darat (AD) akan menginvestigasi kasus ini. "TNI AD menyesalkan kecelakaan ini dan saat ini sudah menurunkan tim investigasi guna melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara rinci," kata Kapendam Jaya Letkol Inf Kristomei Sianturi, Senin (12/3/2018).

Letkol Kris menjelaskan, 06.45 WIB ada 2 kapal yang diberangkatkan dari Dermaga Batalyon Air 4, Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedua kapal tersebut yakni KMC AD-04-15 dan KMC AD-16-05.

Kapal tersebut mengangkut personel Kodam Jaya yang hendak menuju ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Para personel yang diangkut merupakan tim pendahulu yang bertugas menyiapkan perlengkapan dan kesiapan kegiatan bakti sosial TNI di sana. "Jumlah personel sebanyak 115 orang," ujar Letkol Kris.

Awalnya perjalanan ke Kepulauan Seribu berjalan normal. Namun di tengah perjalanan kapal KMC AD-16-05 mengalami mati mesin.

"Air mulai masuk akibat tingginya gelombang dan akibatnya kapal tenggelam pada 11.10 WIB," jelas Letkol Kris.

Kris menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan kapal ini. Seluruh personel di KMC AD-16-05 berhasil dievakuasi ke KMC AD-04-15 dekat Pulau Pari Kepulauan Seribu.

"Korban jiwa tidak ada, semua personel selamat dipindahkan ke kapal kita satu lagi dan dibantu oleh kapal dari Kepulauan Pramuka," jelasnya.

Dia memastikan kapal tenggelam setelah semua personel dipindahkan. Jadi, tegas dia, tidak ada kondisi kelebihan muatan yang berujung pada kapal tenggelam.

"Oh tidak, tidak, tidak kan kita gunakan dua kapal. Nah kapal yang ditinggalkan tenggelam. Dia mogok mesinnya dan terapung-apung di air. Jadi tidak ada (kelebihan muatan)," katanya.

"Semuanya kan dilaporkan aman dan selamat," kata dia sembari memastikan tidak ada personel yang harus dilarikan ke rumah sakit.

"65 Kodam semua. Tidak ada sipil," sambung Sianturi.

Ia menjelaskan Kapal KMC AD 16 05 yang tenggelam merupakan salah satu alutsista terbaik yang dimiliki TNI AD dan bukan buatan lama.

"Oh nggak lah (Alusista lama), itu kapal baru kapal bagus itu. Spesifikasi nggak inget, tapi kapal bagus itu," kata Sianturi.

Dia juga memastikan sebelum kapal dioperasikan sudah dilakukan pengecekan terlebih dulu sesuai SOP. Namun kondisi cuaca yang tidak diprediksi membuat kapal mengalami kejadian tersebut.

"Sudah (dicek) semua SOP sudah, cuaca gimana, tinggi ombak berapa, sedah semua. Tapi pada saat di tengah itu perubahan cuaca begitu cepat sekali. Yang kapal itu mengalami gangguan mesin kemudian ada ombak, bocor tenggelam," ujarnya. (det/mer/tit)




Berita Terkait